Kamis, 02 November 2017

Kunjungan Wisman ke Jawa Timur via Bandara Juanda Menurun

Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisman September 2017 turun 13,67% dari angka 1,40 juta menjadi 1,21 juta kunjungan. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda pada bulan September 2017 lalu juga dilaporkan mengalami penurunan 14,38% dibandingkan bulan Agustus 2017.

“Jadi pada Agustus 2017 itu wisman ke Jawa Timur melalui pintu masuk Bandara Juanda sebanyak 26.365 kunjungan, sementara pada September 2017 hanya 22.575 kunjungan,” ungkap Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Farihin, Rabu (1/11), seperti dilansir Republika.
Jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur melalui Bandara Juanda selama Januari-September 2017 hanya sebesar 174.097 kunjungan. Padahal dalam periode yang sama tahun 2016 lalu jumlah tersebut mengalami kenaikan lantaran tahun sebelumnya hanya tercatat 155.210 kunjungan.
Menurut Farihin, jumlah wisman terbanyak yang mengunjungi Jatim melalui Bandara Juanda adalah turis berkewarganegaraan Malaysia. Kunjungan turis asal Malaysia dilaporkan mencapai 4.352 kunjungan. “Namun, jumlah kunjungan warga negara Malaysia ini juga mengalami penurunan 21,90 persen jika dibanding bulan sebelumnya,” kata Farihin.
Setelah Malaysia, wisman yang paling banyak berkunjung ke Jatim adalah wisman asal Singapura sebanyak 2.311 kunjungan. Jumlah tersebut juga menurun sebesar 11,42%. Walaupun kunjungan wisman ke Jatim menurun, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang justru mencatatkan kenaikan. Pada bulan September 2017 TPK hotel berbintang di Jatim naik 8,60 poin menjadi 64,13%.
“Angka TPI ini menunjukkan, pada September 2017 dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel berbintang di Jawa Timur, setiap malamnya sebanyak 65 hingga 66 kamar di antaranya telah terisi,” ungkap Farihin. Sedangkan rata-rata lama wisman menginap di hotel berbintang yang ada di Jatim selama periode September 2017 adalah 3,69 hari, naik dari bulan sebelumnya yang hanya 1,96 hari.

Secara keseluruhan, kunjungan wisman ke Indonesia yang paling banyak masih didominasi dari wisman China sebesar 182.428 kunjungan, kemudian Singapura 122.821 kunjungan, Australia 118.459 kunjungan, Malaysia sebanyak 106.678 kunjungan, dan Jepang sebanyak 56.221 kunjungan.