Kamis, 23 November 2017

Bandara Juanda Sempat Dilanda Puting Beliung, Sejumlah Penerbangan Delay

Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dilanda hujan lebat dan angin kencang pada Rabu (22/11) sore. Alhasil banyak bangunan yang dikabarkan rusak karena terkena angin puting beliung, misalnya seperti puluhan rumah warga dan pepohonan di wilayah Sedati, termasuk area sekitar Terminal Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Banyak pepohonan di Jalan Raya Juanda yang dilaporkan roboh, ranting patah karena terkena terjangan angin puting beliung, dan tenda di area Bandara Juanda juga ikut diterjang angin. “Kami bersyukur ketika hujan dan angin kencang datang langsung berlindung di tempat yang aman. Kami bersama teman-teman tidak ada yang menjadi korban,” ujar Faid, Petugas Cargo di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, seperti dilansir Merdeka.
Faid mengungkapkan bahwa ketika terjadi angin puting beliung, seluruh petugas termasuk orang-orang yang ada di luar Bandara Juanda langsung bergegas mencari tempat berlindung. “Kami jelas khawatir melihat angin begitu kencang,” kata Faid.
Angin puting beliung tersebut kabarnya berlangsung pada pukul 16.00 WIB. Kala itu angin datang sangat cepat dari arah barat kemudian mengarah ke timur dan selatan, yakni ke dua desa, Tambak Rejo dan Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru. “Itu (kejadian) tidak lebih dari tujuh menit. Kondisi atap rumah warga sini banyak yang rusak kena angin puting beliung,” papar Rukin, salah seorang warga Desa Tambak Sawah.
Karena adanya cuaca buruk di Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo tersebut, sejumlah penerbangan di Bandara Juanda pun mengalami keterlambatan alias delay. Beberapa pesawat yang akan mendarat di Bandara Juanda terpaksa menunggu 20 menit di holding point. “Ada sekitar 5 sampai 6 pesawat yang berputar-putar di udara selama 20 menit,” kata Jafar Abidin, petugas AirNav Indonesia cabang Surabaya.

Walau sempat mengganggu jadwal penerbangan, kondisi cuaca kini dilaporkan telah membaik dan penerbangan pun kembali berjalan seperti biasa. “Saat ini sudah normal dan penerbangan sudah tak terganggu lagi, jarak pandang sudah meningkat lebih dari 1 km atau 1000 meter,” tandas Jafar.