Senin, 30 Oktober 2017

Targetkan Load Factor 80 Persen, Malaysia Airlines Terbangi Kuala Lumpur-Surabaya PP

SURABAYA – Pada hari Minggu (29/10) kemarin, maskapai Malaysia Airlines resmi membuka kembali penerbangan langsung untuk rute Kuala Lumpur-Surabaya PP. Pihak maskapai dari Negeri Jiran tersebut berharap bahwa rute ini mampu mencapai load factor atau tingkat keterisian minimal sebesar 80 persen.

Rute penerbangan ini akan dilayani Malaysia Airlines sebanyak empat kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Sebelumnya, maskapai tersebut sempat melayani rute Kuala Lumpur-Surabaya, namun harus terhenti pada bulan Januari 2012. Kemudian, setelah lima tahun, Malaysia Airlines memutuskan membuka kembali penerbangan ini, sekaligus menjadi penerbangan keempat mereka ke Indonesia setelah Jakarta, Bali, dan Medan.
“Kami mendapat slot terbang di rute ini pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu,” ujar Regional Manager of South East Asia Malaysia Airlines, Yusrizal Mohd Yusuf, di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda. “Pasar dari Kuala Lumpur ke Surabaya cukup banyak, begitu juga sebaliknya. Warga Surabaya dan Jawa Timur yang datang ke Malaysia juga banyak, sehingga kami melihat potensi yang besar di rute ini.”
Armada pesawat yang digunakan untuk melayani rute ini adalah pesawat Boeing 737-800 dengan total 160 kursi penumpang. Jika saat ini rute tersebut dilayani empat kali dalam seminggu, ke depannya pihak Malaysia Airlines berencana melakukan penambahan frekuensi secara bertahap. “Pada bulan Desember 2017 nanti, (penerbangan) menjadi tiap hari,” timpal Chief Commercial Officer Malaysia Airlines, Arved von Zur Muehlen.
“Kami sangat gembira untuk membuka kembali penerbangan langsung ke Surabaya (dari Kuala Lumpur) untuk melayani permintaan yang tinggi di bidang pariwisata,” sambungnya. “Penerbangan langsung ke Surabaya ini memang dibuka untuk melayani permintaan yang tinggi di bidang pariwisata.”
Memang, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), per Juli 2017, wisatawan asing berkebangsaan Malaysia yang berkunjung ke Jawa Timur mencapai 4.080 kunjungan, atau naik 21,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Selain liburan, turis asing tersebut datang ke Jawa Timur untuk belajar serta berdagang dan berbisnis.