Minggu, 08 Oktober 2017

Status Gunung Agung Masih ‘Awas’, Jumlah Kunjungan Wisatawan Ke Bali Menurun

Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan bahwa Pulau Bali masih aman untuk dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun internasional, terlepas dari status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang saat ini berstatus ‘awas’. Menpar sengaja melakukan sidak ke Karangasem langsung dikarenakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali kini menurun drastis meski sejumlah penerbangan ke Bali seperti dari Bandara Juanda masih terbuka lebar.

“Bali tetap aman untuk dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kami pun sudah siap dengan berbagai jenis antisipasi jika memang benar akan ada erupsi (Gunung Agung),” ujar Arief Yahya di Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (5/10) lalu, seperti dilansir Antara.
Lebih lanjut Menpar mengatakan bila Pulau Dewata secara umum masih siap untuk menerima kunjungan wisatawan, kecual sejumlah destinasi di kawasan rawan bencana (KRB) yang memang jumlahnya tak terlalu bencana. Pemerintah sendiri sudah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi apabila kondisi terburuk terjadi, yakni berkaitan dengan akses, akomodasi, dan atraksi.
Terkait akses, pihak Kemenpar akan berkoordinasi dengan Kemenhub untuk mengevakuasi wisatawan ke sejumlah wilayah di sekitar Bali seperti Jawa dan Lombok. “Akses wisatawan baik domestik maupun mancanegara sudah dipetakan jika memang kondisi terburuk terjadi (erupsi),” katanya.
Kemudian untuk akomodasi, sudah disiapkan sekitar 300 bus apabila wisatawan harus dialihkan ke Bandara Praya di NTB atau ke Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur. “Yang juga perlu diperhatikan adalah terkait atraksi kepada para wisatawan jika seandainya mereka tidak bisa keluar Pulau Dewata dalam jangka waktu tertentu sehingga wisatawan tetap nyaman tinggal di Bali,” ungkap Arief.
Arief pun mengakui bila terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Berdasarkan data Kemenpar, setidaknya terdapat penurunan sekitar 20% atau 100 ribu orang dari total kunjungan turis tiap bulan yang bisa mencapai 500 ribu orang. Bahkan sekitar 60.000 wisman dikabarkan membatalkan kunjungannya ke Bali.
“Kalau mau dihitung lost-nya bisa diambil dari BPS (Badan Pusat Statistik) yaitu rata-rata spending wisatawan per-stay (di Bali) sekitar 1.300 dollar AS,” ujar Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana, Kamis (5/10). Jika dihitung, setidaknya Bali mengalami kerugian sekitar 20 juta dolar AS dari jumlah pengeluaran wisman selama berada di Bali.
“1.300 dollar AS itu rata-rata spending per-stay. Wisatawan mancanegara itu kan length of stay-nya beda-beda. Jadi itu angka rata-rata yang sudah termasuk biaya akomodasi, makan, transport, dan spending personal lainnya,” katanya.