Jumat, 13 Oktober 2017

Sriwijaya Air Bakal Alihkan Rute Internasional ke Bandara Juanda Jika Gunung Agung Meletus

Denpasar – Meski Gunung Agung saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda hendak meletus, pemerintah telah melakukan berbagai antisipasi apabila Gunung Agung mengalami erupsi dan mempengaruhi penerbangan di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Bahkan maskapai penerbangan seperti Sriwijaya Air juga sudah memiliki beberapa alternatif pengalihan penerbangan, salah satunya seperti ke Bandara Internasional Juanda.

“Kalau domestik, dan lain-lain kami alihkan via Kupang. Jadi nanti ada pesawat yang supply dari Kupang, Maumere (pergi-pulang). Kemudian Kupang-Waingapu (pp), dan Kupang Tambolaka (pp),” ujar Distric Manager Sriwijaya Air Group Bali, Ahmad Yani, Selasa (10/10), seperti dilansir Tribunnews.
Dengan demikian, penumpang pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta yang hendak ke NTT akan dilewatkan ke Kupang. Sementara itu untuk rute internasional yang ke Tiongkok menurut Ahmad akan diterbangkan melalui Bandara Juanda sesuai arahan Kemenhub, lalu Surabaya-Denpasar overland, demikian pula sebaliknya.
“Nah kalau dari Bali ke Jakarta dan lain-lain, kami bisa terbangkan lewat Banyuwangi. Kami punya penerbangan Banyuwangi-Jakarta dan Banyuwangi-Surabaya. Jadi semua sudah sesuai arahan Departemen Perhubungan, dari Bali ke Surabaya atau BWX (Blimbingsari Airport) dengan bus,” papar Ahmad Yani.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga meminta pada hotel-hotel yang ada di Bali untuk memberi diskon 100% pada wisatawan apabila Gunung Agung meletus. Diskon 100% tersebut diharapkan bisa disediakan pada hari pertama sejak Gunung Agung meletus. “Ketika erupsi terjadi, orang itu akan relatif ingin cepat pulang. Jadi skenario yang bagus itu diskon besar harus diberikan di awal kejadian, sehingga orang tidak berebut untuk pulang,” paparnya di Denpasar, Rabu (11/10).
Lebih lanjut Arief memaparkan jika setiap orang yang bepergian ke negara lain untuk keperluan wisata biasanya akan memperhatikan 3 hal, yaitu aksesibilitas atau layanan maskapai penerbangan, akomodasi, dan atraksi. Menurut Arief, kini sudah ada sejumlah maskapai penerbangan yang mendukung bebas terbang 1 hari untuk wisatawan saat Gunung Agung erupsi kelak. “Beberapa airline sudah memberikan dukungan satu hari free kalau dia menggunakan airline. Itu artinya apa, dari unsur airline atau accessibility itu sudah memenuhi,” jelasnya.

Ketika hari pertama Gunung Agung meletus kelak, seluruh akomodasi akan mendukung fasilitas bebas bayar. “Diimbau minimal memberikan diskon 50 persen. Di hari pertama diimbau untuk memberikan diskon 100 persen. 100 persen, 80 persen, 60 persen,” tandasnya.