Rabu, 18 Oktober 2017

Penumpang Terganggu, Akses Utama Bandara Juanda Banyak Pengemis & Pengamen

Surabaya – Setiap harinya akses jalan utama menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya terpantau dipenuhi pengemis dan pengamen. Berdasarkan laporan para pengguna jasa, di setiap akses menuju Bandara Juanda, baik ke Terminal 1 dan Terminal 2 selalu ada pengemis.

Menurut pantauan di lapangan, akses ke Bandara Juanda di lampu merah McDonald’s Sedati ke arah T1 dan lampu merah Pabean Jl. Juanda ternyata ada pengemis yang kerap menghampiri mobil-mobil yang kebetulan melintas di sana. Demikian pula dengan pertigaan besar Aloha sebelah selatan atau arah pulang. Selain pengemis, banyak pula pedagang asongan dan pengamen yang berkeliaran di sana.
Beberapa pengguna jalan mengaku risih dan terganggu saat dihampiri oleh pengemis ketika hendak ke Terminal Bandara Juanda Sidoarjo. “Bikin kurang nyaman saja karena ketok-ketok jendela juga,” jelas Agus Sujoko, salah satu pengendara, seperti dilansir Tribunnews.
Para pengguna jasa di Bandara Juanda berharap agar pengemis dan pengamen bisa segera ditertibkan supaya tak mengganggu kenyamanan dan merusak keindahan. “Ada baiknya memang dilarang keras pengemis meminta-minta di akses menuju Bandara. Saya tidak tahu apakah Satpol PP daerah setempat atau petugas bandara yang patut menertibkan mereka,” kata penumpang bernama Dwi Harini.
Senada, rupanya PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda juga merasa terganggu dengan adanya pengemis di akses utama Bandara Juanda. Oleh sebab itu, PT AP I Cabang Juanda berjanji untuk segera mengatasi permasalahan ini. Bahkan pihak AP I juga bersiap untuk mengerahkan anggota TNI demi melakukan razia pengemis di akses utama Juanda. “Jika memang marak lagi saatnya akan kami koordinasi bersama TNI AL untuk menertibkan mereka,” tutur Manager Aviation Security PT Angkasa Pura 1 Juanda, Sukirman, Senin (16/10).
Lebih lanjut Sukirman menjelaskan bila setahun lalu pihak AP I sudah melakukan sterilisasi akses bandara dari pengemis, pengamen, dan pedagang asongan. Kala itu pihaknya sudah menindak 10 pengemis, pengamen, dan asongan dengan meminta mereka tandatangan di atas pernyataan bermeterai dan berjanji untuk tidak mengemis lagi.

Walau begitu, AP I masih akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menentukan solusi apa yang paling tepat, apakah akan ditangkap atau sekadar papan larangan. Selain dengan TNI AL, AP I juga berencana berkoordinasi dengan Polsek dan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo.