Kamis, 26 Oktober 2017

Malaysia Airlines Layani Direct Flight Kuala Lumpur-Surabaya Mulai 29 Oktober 2017

Surabaya – Maskapai internasional, Malaysia Airlines Bhd (MAB) akan membuka penerbangan langsung (direct flight) rute Kuala Lumpur – Surabaya mulai tanggal 29 Oktober 2017 mendatang di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Penerbangan ini akan menghubungkan langsung Kuala Lumpur dengan Surabaya.

Pihak Kementerian Pariwisata mempersiapkan sambutan khusus bagi para penumpang Malaysia Airlines yang mayoritas berasal dari wisatawan mancanegara (wisman). “Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya yang juga dikenal dengan ‘City of Heroes’, kaya dengan situs budaya dan sejarah dan dekat dengan Gunung Bromo. Ekspansi rute ini akan memberikan konektivitas yang superior dengan penerbangan langsung yang beroperasi empat kali seminggu ke dan dari Kuala Lumpur ke Surabaya. Kami senang dengan keputusan ini,” jelas Chief Executive Officer (CEO) Malaysia Airlines, Peter Bellew, seperti dilansir Liputan 6.
Ke depannya Malaysia Airlines akan melayani penerbangan langsung Kuala Lumpur-Surabaya dengan frekuensi sebanyak 4 kali dalam seminggu pergi pulang (PP). Penerbangan tersebut dilayani oleh pesawat B738-800 yang mampu mengangkut kapasitas sebanyak 160 penumpang. Pesawat tersebut menggunakan konfigurasi 16 kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi.
“Tarif pulang-pergi ke Surabaya mulai dari RM 489 (Rp 1,5 jutaan) untuk Kelas Ekonomi dan RM 1.959 (Rp 6,2 jutaan) untuk kelas Bisnis,” kata Bellew. Pemesanan tiket pesawat sendiri bisa dilakukan di situs Malaysia Airlines www.malaysiaairlines.com atau melalui agen perjalanan.
Hingga kini Malaysia Airlines telah melayani penerbangan ke 3 rute Indonesia dari Kuala Lumpur. Kemenpar akan menyambut kedatangan wisman lewat acara Gala Dinner pada Minggu (29/10) di Hotel Wyndham Surabaya. Selain makan malam, Kemenpar juga akan menyuguhkan pertunjukan kebudayaan khas Indonesia serta informasi mengenai destinasi wisata di Indonesia.
“Di Jawa Timur sendiri ada Bromo Tengger Semeru, ada juga Gunung Ijen di Banyuwangi. Nanti kita akan perkenalkan destinasi-destinasi wisata yang ada di Jawa Timur, atau juga daerah lain yang mungkin bisa menarik minat mereka, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya optimis bahwa rute Kuala Lumpur-Surabaya bisa mendatangkan banyak wisatawan mancanegara yang menguntungkan sektor pariwisata Indonesia. “Semakin banyak daya angkut atau seats capacity yang bisa membawa wisatawan mancanegara ke Indonesia. Optimisme industri pariwisata pun menjadi lebih meyakinkan,” tandasnya.