Senin, 09 Oktober 2017

Lebih Efisien, Rute Surabaya-Sumenep Bakal Bentuk Pasar Baru

SUMENEP – Sejak maskapai Wings Air resmi mengoperasikan rute Surabaya-Sumenep, pasar baru diyakini sedang terbentuk di kawasan Provinsi Jawa Timur. Permintaan penumpang penerbangan yang menghubungkan Bandara Internasional Juanda dengan Bandara Trunojoyo tersebut diperkirakan juga akan membaik karena dinilai lebih efisien.

“Sejak Wings Air dengan pesawat ATR-72 berkapasitas 70 orang sehari sekali membuka rute Surabaya-Sumenep, pasar baru sedang terbentuk,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, di Sumenep, Minggu (8/10) kemarin. “Tren peningkatan permintaan penumpang memang diperkirakan akan membaik karena sejak awal dibuka tingkat isian penumpang di atas 70-80 persen.”
Agus menambahkan bahwa di hari-hari terakhir ini, sudah banyak penumpang yang ditolak karena kapasitas selalu di atas 100 persen. Ia pun mengatakan bahwa penerbangan Surabaya-Sumenep dengan waktu tempuh 40 menit ini sangat efisien. Jauh lebih cepat jika dibandingkan menggunakan transportasi darat yang bisa memakan waktu 5-6 jam. “Jadi, wajar dengan harga tiket di bawah Rp500 ribu, rute ini sangat kompetitif,” sambung Agus.
Seperti diketahui, per 27 September 2017 lalu, Wings Air resmi membuka penerbangan Surabaya-Sumenep PP. Penerbangan komersial anak usaha Lion Air dengan ATR 72-600 dijadwalkan tiap hari dengan slot penerbangan dari Bandara Juanda menuju Bandara Trunojoyo Sumenep pukul 12.45 WIB dan diperkirakan sampai pukul 13.20 WIB. Sementara, penerbangan dari Bandara Trunojoyo, Sumenep berangkat pukul 13.45 WIB dan diperkirakan sampai pukul 14.20 WIB di Bandara Juanda.
Meski telah digunakan untuk penerbangan komersial, namun Kementerian Perhubungan akan mengkaji kemungkinan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Trunojoyo menjadi 2.250 meter. Hal ini terkait permintaan Presiden Joko Widodo yang meminta landasan pacu bandara tersebut diperpanjang agar bisa digunakan pesawat yang lebih besar.
“Kajian akan difokuskan apakah benar proyeksi permintaan penumpang dan pendukung lainnya benar-benar terbukti landas pacu bandara sudah harus diperpanjang lagi,” imbuh Agus. “Kami memang sudah menerima usulan review (kajian) rencana induk Bandara Trunojoyo dengan runway diperpanjang lagi dari 1.600 meter saat ini menjadi 2.250 meter sehingga mampu didarati pesawat jet.”