Sabtu, 07 Oktober 2017

Kloter Terakhir Haji Debarkasi Surabaya Mendarat Dengan Selamat di Bandara Juanda

Surabaya – Kloter 83 jemaah haji debarkasi Surabaya akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Juanda pada Jumat (6/10) kemarin pukul 06.15 WIB. Sampai pukul 08.00 WIB para jemaah haji masih berada di Asrama Haji Sukolilo. Selain dipersiapkan untuk dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, para jemaah juga mendapatkan jatah air zam-zam sebanyak 5 liter. 

Kloter terakhir haji tersebut berasal dari Kota Surabaya. Lantaran menjadi kloter terakhir, para penjemput jemaah kloter 83 pun diperbolehkan untuk masuk ke area Asrama Haji Sukolilo. “Kloter 83, yang merupakan kloter terakhir Debarkasi Surabaya sudah tiba di tanah air tadi (kemarin) pagi,” jelas Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Achmad Faridul Ilmi, seperti dilansir Antara.
Berdasarkan data dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya kloter 1-83 Debarkasi Surabaya yang telah kembali ke tempat asalnya masing-masing berjumlah 36.709 orang yang terdiri dari 36.294 jemaah dan 415 petugas. “Jamaah yang jatuh sakit selama penyelenggaraan ibadah haji di Saudi Arabia berjumlah 44 orang. 20 anggota jemaah di antaranya meninggal dunia,” ucap Achmad.
Lebih lanjut Achmad menjelaskan jika 16 jemaah yang sakit saat ini sudah dipulangkan ke Indonesia. “Sekarang tinggal delapan yang sakit dan masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit Saudi Arabia,” kata Achmad.
Kedelapaan jemaah yang masih tertinggal di Tanah Suci tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Jatim, antara lain Kediri, Malang, Lumajang, Sidoarjo, Jombang, dan Pasuruan. Ada yang mengalami serangan jantung, menderita stroke, gangguan usus, kondisi lemah, gangguan menelan, dan memiliki penyakit cardiovascular.

Achmad menegaskan bahwa selama menjalani perawatan medis di Saudi Arabia, kedelapan jemaah yang sakit tersebut tetap didampingi petugas PPIH sampai mereka kembali sehat dan bisa pulang ke Indonesia. “Biaya mereka selama perawatan menjadi tanggungan PPIH Saudi Arabia sampai sembuh. Petugas PPIH juga akan mengantar serta menanggung biaya kepulangannya sampai ke daerah asal,” tandas Achmad.