Sabtu, 28 Oktober 2017

KASAL Ingin Operasional Taksi Online di Bandara Juanda Lebih Terkontrol

Surabaya – Selama ini transportasi online hanya bisa beroperasi secara diam-diam di kawasan bandara. Pasalnya sudah ada beberapa moda transportasi yang memang sudah diizinkan untuk beroperasi secara resmi di bandara seperti bus Damri, taksi bandara, dan sebagainya. Namun KASAL Laksamana TNI Ade Supandi mengungkapkan bahwa pada dasarnya taksi online boleh beroperasi di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

KASAL Ade Supandi menjelaskan bahwa taksi online boleh-boleh saja menurunkan maupun menaikkan penumpang di Bandara Juanda, asalkan ada keterangan yang jelas terkait pengendara dan kendaraan yang digunakan. “Prinsipnya apa pun kendaraan boleh beroperasi di Bandara Juanda. Sejauh jelas jenis kendaraan hingga jelas sopir dan penumpangnya, termasuk taksi online,” jelas Ade di Surabaya, Rabu (25/10), seperti dilansir Tribunnews.
Seperti diketahui, selama ini taksi online hanya dapat menurunkan penumpang saja di bandara sipil yang berada di lahan kekuasaan TNI AL tersebut. Oleh sebab itu, menurut KASAL Ade, keberadaan taksi online di Bandara Juanda harus terkontrol, sebab keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. “Silakan beroperasi di bandara asal keberadaannya terpantau jelas,” ujarnya.
Akan tetapi hingga kini Bandara Juanda masih belum secara resmi mengizinkan taksi berbasis aplikasi untuk mengambil penumpang. Terkait kemungkinan untuk menginstruksikan percepatan beroperasinya taksi online di Bandara Juanda, KASAL Ade mengatakan bahwa hal ini akan dikembalikan lagi pada aturan pemerintah. “Soal aturan dan regulasi itu kewenangan pemerintah. Semua diserahkan pada aturan Kemenhub soal taksi online,” bebernya.
Hingga kini Kementerian Perhubungan masih merancang revisi Permenhub 26 Tahun 2017 terkait dengan taksi online. Rencananya aturan tersebut akan mulai diterapkan pada awal November 2017 dan saat ini masih gencar disosialisasikan. Lewat Permenhub, pemerintah akan mengatur pembatasan kuota dan area operasional taksi online.
Akan tetapi, mengenai area dan batasan kuota akan diserahkan pada gubernur masing-masing. Saat ini Gubernur Jatim Soekarwo telah mengatur taksi online yang diizinkan beroperasi di Jawa Timur hanya 4.444 unit dan ada 5 titik larangan operasional taksi online. Di area tersebut taksi online hanya boleh menurunkan penumpang dan tak boleh mengambil penumpang, yakni di Bandara Juanda, Stasiun Surabaya, Terminal Purabaya Bungurasih, Pelabuhan Surabaya, dan rumah sakit.

Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta justru memberikan fasilitas khusus bagi taksi online untuk bisa beroperasi resmi di Bandara Soetta di bawah pengelolaan Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol). Hingga kini yang telah resmi beroperasi di Bandara Soetta baru Grab.