Minggu, 29 Oktober 2017

Jalan Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Sudah 100% Terapkan Transaksi Non-Tunai

Jakarta – Pemerintah terus berupaya menggalakkan transaksi non tunai di sejumlah ruas jalan tol. Hingga (24/10) lalu, penggunaan transaksi non tunai di ruas tol Jabodetabek telah melebihi rata-rata nasional, yakni mencapai 94%. Sedangkan secara nasional rata-rata penggunaan transaksi non tunai mencapai 91%.

Transaksi uang elektronik di jalan tol Jabodetabek sendiri menjadi contoh untuk daerah lain di Indonesia. “Di tol JORR W1 (Kebon Jeruk - Penjaringan) dan Bogor Ring Road seksi I serta IIA bahkan sudah mencapai 100 persen penggunaan uang elektronik,” kata Direktur Pengembangan Sistem Pembayaran Ritel dan Keuangan Inklusif Bank Indonesia (BI) Pungky P Wibowo di Jakarta Selatan, Jumat (27/10), seperti dilansir Kompas.
“Jalan tol lain di Jabodetabek penggunaan uang elektronik paling rendah itu 85%. Ada yang 98% di jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi, Jakarta-Tangerang 95%,” imbuh Pungky. Selain di kawasan Jabodetabek, penggunaan uang elektronik di ruas tol Surabaya-Gresik, Simpang Susun Waru-Bandara Juanda, dan Ngurah Rai-Nusa Dua juga dilaporkan telah mencapai 100%. Dengan demikian ada 5 ruas tol di Indonesia yang telah 100% mengandalkan transaksi uang elektronik.
Lebih lanjut Pungky mengungkapkan bahwa rata-rata pemakaian uang elektronik di luar wilayah Jabodetabek telah mencapai 86% per tanggal 24 Oktober 2017, sedangkan di luar Pulau Jawa baru mencapai 73%. Agar dapat melayani transaksi non tunai secara maksimal, pihak perbankan akan menyediakan 1,5 juta kartu uang elektronik tambahan. Beberapa bank yang menyediakan layanan uang elektronik antara lain Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, dan BTN.
Kebijakan terkait transaksi non tunai jalan tol di bawah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan diterapkan 100 persen mulai 31 Oktober 2017 depan. Menurut Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Wahyudi Mandala Putra, per 25 Oktober 2017 sistem pembayaran e-toll sudah terpasang 91% dan ia mengaku optimis bisa meraih target 100% sebelum (31/10). “Kami optimis target 100% dapat tercapai,” tandasnya.