Senin, 16 Oktober 2017

Genjot Penumpang Rute Surabaya-Sumenep, Pemda Adakan Serangkaian Event

SUMENEP – Sejak dibuka pada tanggal 27 September 2017 lalu, rute penerbangan langsung Surabaya-Sumenep PP yang dilayani maskapai Wings Air tercatat mampu menarik jumlah penumpang berkisar 70 persen sampai 80 persen dari kapasitas maksimal pesawat. Nah, untuk lebih menggenjot okupansi penumpang, pemerintah daerah Sumenep akan mengadakan berbagai macam event yang diharapkan bisa menarik lebih banyak pengunjung.

“Untuk sementara, komunikasi kami dengan Wings Air, penumpang rute Sumenep-Surabaya rata-rata 50 orang sampai 70 orang setiap hari. Tetapi, rute sebaliknya dari Surabaya ke Sumenep masih kurang ramai dengan hanya sekitar 40 penumpang per hari,” ujar Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. “Untuk itu, kami akan berupaya menggenjot kedatangan wisatawan dengan event-event, seperti Hari Jadi Sumenep dan event lainnya, agar penumpang dari Pulau Jawa dapat ramai dan full terus.”
Fauzi menambahkan bahwa pembukaan penerbangan komersial dari Bandara Trunojoyo menuju Bandara Internasional Juanda atau sebaliknya adalah salah satu kemajuan dalam hal transportasi udara di Madura. Dirinya pun optimistis masyarakat Pulau Garam akan lebih tertarik dengan transportasi penerbangan daripada jalur darat, khususnya masyarakat Sumenep dan Pamekasan sebagai kabupaten terdekat dari Bandara Trunojoyo.
Seperti diketahui, rute penerbangan komersial Surabaya-Sumenep PP dibuka pertama kali oleh Wings Air pada tanggal 27 September lalu. Penerbangan tersebut dilayani maskapai dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72 yang memiliki kapasitas penumpang 72 orang. Pesawat berangkat tiap hari dari Surabaya pada pukul 12.40 WIB dan tiba pukul 13.20 WIB, sedangkan rute sebaliknya berangkat pukul 13.40 WIB dan tiba di Bandara Juanda pukul 14.20 WIB.
“Para penumpang pesawat tidak hanya berasal dari Sumenep. Beberapa di antaranya juga berasal dari Pamekasan, karena kebetulan ada dukungan bus Damri,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo. “Tingginya animo masyarakat merupakan angin segar bagi perkembangan moda transportasi udara. Kami juga terus berusaha membenahi fasilitas di bandara, untuk menambah kenyamanan pengguna jasa transportasi.”