Jumat, 06 Oktober 2017

AP I Kerahkan Petugas Khusus Untuk Perawatan Gedung Bandara Juanda

Surabaya – Bandara Internasional Juanda tampaknya sedang giat berbenah untuk semakin meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa. Belum lama ini pihak PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda menyiapkan 2 petugas khusus yang ditugaskan untuk membersihkan gedung Bandara Juanda pada Kamis (5/10) kemarin.

Kedua petugas tersebut menggunakan peralatan keamanan lengkap agar bisa menjangkau seluruh sudut dari bangunan Bandara Juanda. Selain untuk membersihkan dan mengecek kondisi gedung, petugas khusus tersebut juga ditugaskan untuk mengecat gedung Terminal 2 Bandara Internasional Juanda. “Ada perawatan dan pembersihan gedung berkala. Tak boleh tanpa standar operasional di Terminal T2,” kata Humas PT Angkasa Pura (AP) 1 Juanda Febrian Prayogo, Kamis (5/10), seperti dilansir Tribunnews.
Sementara itu, PT AP I Cabang Juanda juga tengah membangun kanopi di lini dua drop zone Terminal 2. Seperti diketahui, hingga kini zona penurunan penumpang untuk mobil pribadi terletak di lini kedua, sedangkan lini pertama diperuntukkan bagi kendaraan umum. Namun karena banyak penumpang yang mengeluhkan panas dan kehujanan di lini kedua, akhirnya pihak pengelola pun membangun kanopi di lokasi tersebut.
Bandara Juanda pun diketahui sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas penumpang yang ada di sana. “Perseroan kini sudah selesai merancang masterplan untuk perluasan Bandara Juanda. Fasilitas-fasilitas penunjangnya pun dipersiapkan. Semua dilakukan demi meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang ke Jawa Timur yang ditargetkan mencapai 1 juta orang,” ucap Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT AP I, M. Asrori beberapa waktu lalu.

Asrori menuturkan jika pihak AP I masih dalam proses pengurusan izin airport city. Apabila Izin Mendirikan Bangunan (IMB) telah rampung, maka prosedur berlanjut ke pembebasan lahan. “Luas lahan baru untuk Bandara Juanda diperkirakan mencapai 1.700 hektare dan akan berlokasi di sebelah utara Bandara Juanda. Perusahaan sendiri menargetkan bisa melakukan pembebasan lahan untuk kebutuhan perluasan ini pada 2018. Nantinya, jarak dua landasan harus lebih dari 1.000 meter agar dapat digunakan pesawat untuk mendarat,” tandas Asrori.