Jumat, 15 September 2017

TNI AL Simulasi Penanganan Terorisme di Bandara Juanda

Surabaya – Bandara Internasional Juanda sempat membuat heboh para penumpang pada Kamis (14/9). Rupanya kehebohan tersebut disebabkan karena adanya simulasi penanganan aksi terorisme dalam Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Simulasi anti teror tersebut sempat membuat aktivitas penerbangan tertunda hingga 1 jam.

Para penumpang yang ada di luar terminal sempat kesulitan untuk masuk lantaran ‘dihadang’ oleh pasukan. Demikian pula dengan penumpang yang berada di ruang tunggu serta yang sudah melakukan proses check in. “Tidak sampai sejam. Hanya sebentar menunggu pergerakan helikopter TNI AL yang dilibatkan untuk latihan antiteror,” ujar Manajer Avsec PT Angkasa Pura 1 Juanda, Sukirman, Kamis (14/9), seperti dilansir Tribunnews.
Pada simulasi tersebut terdapat seorang penumpang yang mendadak disandera oleh sang teroris. Kejadian ini menyedot perhatian para penumpang karena sempat terdengar suara tembakan. Namun hanya dalam kurun waktu 20 menit, pasukan TNI AL berhasil melemahkan sang ‘teroris’. Di samping itu pasukan TNI AL juga berhasil menjinakkan bom yang diduga menjadi milik peneror.
Penanganan teroris ini adalah kegiatan latihan atau simulasi yang dilakukan anggota TNI AL di lingkungan Bandara Juanda. “Ini kegiatan latihan dalam menangani teror yang khusus dilakukan di lingkungan Bandara Juanda. Karena bandara ini masuk ke dalam area TNI AL oleh karena itu keamanan dilakukan oleh pasukan TNI AL,” kata Danpuspenerbal Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir.
Lebih lanjut Manahan menjelaskan jika simulasi penanganan teroris di Bandara Internasional Juanda melibatkan seluruh unsur yang dimiliki oleh TNI AL. Semua skenario mulai dari penyanderaan di Terminal 2, ancaman bom, dan pembajakan 40 penumpang dalam sebuah maskapai nasional rupanya bagian dari latihan anti-teror.

“Kita berharap hal seperti ini tidak terjadi. Kita menginginkan semuanya tetap aman. Namun untuk kesigapan, pasukan terlatih. Pasukan yang terlibat dalam latihan pengamanan dan misi keselamatan ini sekitar 461 personil. Namun, tim inti penyelamatan dan pengamanan adalah dari Kopaska,” ungkap Manahan. Manahan juga menegaskan bahwa satuannya siap mengamankan Republik Indonesia dari serangan teroris baik dari darat, laut, maupun udara.