Jumat, 08 September 2017

Tahun 2018 Pergerakan Pesawat di Bandara Juanda Akan Ditambah

Jakarta – Tahun 2018 mendatang Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan berupaya meningkatkan pergerakan pesawat (movement) di berbagai bandara yang ada di Indonesia, antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Internasional Juanda Surabaya, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.


Bandara Soetta yang sebelumnya memiliki 81 movement akan ditingkatkan menjadi 86 movement per jam. “Soetta dulunya ada 76 movement per jam, sekarang kita naikkan menjadi 81 movement per jam. Kami optimis menaikkan lagi jadi 86 movement untuk di 2018,” ujar Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis (7/9), seperti dilansir Tribunnews.
Sementara itu Bandara Internasional Juanda yang jumlah penumpangnya juga cukup padat akan dinaikkan menjadi 35 movement per jam. Demikian pula dengan Bandara Ngurah Rai Denpasar yang sebelumnya hanya 30 movement akan dinaikkan jadi 35 movement per jam. “Surabaya akan kita tingkatkan 35, Denpasar juga 35 apalagi Denpasar diminati sekali oleh penerbangan international tapi karena runwaynya single kami hanya beri 30 movement per jam,” beber Agus.
Selain meningkatkan pergerakan pesawat di sejumlah bandara, Kemenhub juga akan mengkaji ulang bandara-bandara di Indonesia yang berstatus internasional. Langkah ini dilakukan sebagai upaya efisiensi. Berdasar data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, hingga kini terdapat 28 bandara di Indonesia dengan status internasional. Akan tetapi pada praktiknya tak semua bandara internasional tersebut melayani penerbangan ke luar negeri.
“Karena kita tidak ingin kejadian seperti Bandara Belitung terulang, status internasional dikeluarkan sejak 10 bulan lalu, tapi sampai sekarang tidak ada penerbangan dari dan ke luar negeri,” ungkap Agus.
Pihak Kemenhub pun sudah memberlakukan aturan baru di mana bandara yang hendak diusulkan berstatus internasional wajib mempunyai penerbangan dari dan ke luar negeri terlebih dahulu. Dengan adanya status internasional, maka sebuah bandara harus mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi, misalnya saja seperti peralatan keamanan bandara pada gate internasional dan imigrasi.

Bandara internasional lainnya yang tak mempunyai penerbangan internasional adalah Bandara Biak. Peraturan baru terkait status bandara internasional juga mulai diterapkan pada Bandara Silangit. “Jadi kita minta, akan diberikan status internasional jika dalam waktu enam bulan ke depan ada penerbangan berjadwal yang datang dan pergi ke luar negeri,” tandasnya.