Senin, 04 September 2017

Super Sibuk, Sejumlah Penerbangan di Bandara Juanda Alami Delay

SURABAYA – Selain Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Juanda juga menjadi salah satu bandara yang paling sibuk dalam momen libur Idul Adha kemarin. Bahkan, pada arus balik yang berlangsung hari Minggu (3/9), sejumlah penerbangan sempat mengalami delay akibat banyaknya penerbangan yang terlambat datang.

Pada Minggu siang kemarin, ratusan calon penumpang tampak menumpuk dan menunggu jam keberangkatan pesawat di ruang tunggu bandara. Beberapa maskapai pun sempat mengalami delay antara 60 menit hingga 90 menit diduga karena terlambatnya sejumlah penerbangan menuju Bandara Juanda sehingga berdampak pada jam terbang.
Seperti arus balik pada musim libur pada umumnya, peningkatan penerbangan berangkat melalui Bandara Juanda ini didominasi oleh penerbangan menuju Jakarta, Bali, serta sejumlah daerah di Pulau Jawa, seperti Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Sementara, untuk penumpang datang didominasi oleh penumpang dari luar Jawa seperti Makassar, Balikpapan, dan Lombok.
“Pada Sabtu (2/9) atau di hari kedua libur IdulAdha, dari laporan data pergerakan traffic AirNav Indonesia, tercatat sebanyak 393 pergerakan di Bandara Juanda Surabaya, dengan jam terpadat yakni pukul 11.00 WIB sampai 11.59 WIB, tercatat sebanyak 33 pergerakan pesawat per jam-nya,” papar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso. “Puncak lonjakan penumpang sendiri terjadi pada hari Minggu malam.”
Agus menambahkan bahwa pihaknya tidak boleh lengah dalam menjaga keselamatan para penumpang. Hal ini dilakukan demi tercapainya pelayanan yang memuaskan bagi penumpang moda transportasi udara. “Semua pihak harus selalu mematuhi aturan terkait keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan,” sambung Agus.
“Pihak operator harus selalu mematuhi SOP yang sudah ditetapkan, sedangkan para penumpang juga harus mematuhi aturan-aturan yang ada,” imbuh Agus. “Dengan adanya permintaan yang tinggi tersebut, diimbau kepada seluruh stake holder penerbangan untuk menyelenggarakan transportasi udara yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.”