Minggu, 24 September 2017

Kemenhub Alihkan Penerbangan Ke 7 Bandara Jika Gunung Agung Meletus

Surabaya – Mulai hari Sabtu, 23 September 2017 kemarin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status Gunung Agung dari Siaga menjadi Awas. Otomatis Kementerian Perhubungan telah menyiapkan rencana rute darurat apabila kondisi di Bali semakin memburuk karena erupsi Gunung Agung.

“Makanya kita persiapkan bandara-bandara yang lain. Ada lima sampai tujuh bandara,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (23/9), seperti dilansir Warta Sumedang.
Tujuh bandara yang dipersiapkan untuk antisipasi antara lain Bandara Juanda Surabaya, Bandara Praya, Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta, Bandara Sultan Hassanudin Makassar, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Walau status Gunung Agung telah menjadi Awas, seluruh penerbangan ke Bali masih berlangsung normal dan lancar. “Sampai hari ini (Sabtu) belum ada hambatan dan tidak terganggu (lalu lintas udara). Jadi pesawat masih bisa take off - landing dengan baik,” sambung Budi.
Bila erupsi benar-benar terjadi, Kemenhub telah mempersiapkan skenario evakuasi penumpang yang akan menuju Bandara Ngurah Rai Bali. “Tapi 'just in case' nanti ada erupsi, kami sudah menyiapkan satu plan dimana penumpang akan dievakuasi. Tapi kita berdoa agar aman-aman saja,” tandasnya.
PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Internasional Juanda sendiri mengaku telah siap apabila dijadikan sebagai rute pengalihan penerbangan saat Gunung Agung di Bali meletus. Pihak AP I kabarnya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti pengaturan dan koordinasi lalu lintas udara, BMKG, Koramil, dan Polsek.
“SOP sudah siap. Segala sesuatu terkait status awas Gunung Agung sudah dibahas dan bandara Juanda sebagai salah satu bandara pengalihan rute ke Bali, jika terjadi erupsi,” kata Humas Angkasa Pura I Bandara Juanda, Febrian Prayogo.
Febrian mengungkapkan bila hingga kini masih belum ada perintah untuk mengalihkan rute penerbangan dari Bali ke Bandara Juanda atau bandar udara lainnya. “Layanan berjalan normal, tapi jika keadaan memutuskan pengalihan rute, kami sudah siap. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Di Juanda sendiri, dari dan ke Bali masih seperti biasa. Belum ada dampak dan gangguan penerbangan,” tandas Febrian.