Senin, 25 September 2017

Gunung Agung Berstatus Awas, Bandara Juanda Siap Jadi Rute Pengalihan

SURABAYA – Bandara Internasional Juanda sudah siap dijadikan rute pengalihan penerbangan jika Gunung Agung di Karangasem, Bali sewaktu-waktu meletus. Pihak PT Angkasa Pura I selaku operator Bandara Juanda sendiri sudah melakukan langkah teknis dan koordinasi dengan adanya status awas pada Gunung Agung.

“Kami secara teknis sudah melakukan langkah dan koordinasi dengan adanya status awas pada Gunung Agung di Bali,” ujar Humas PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Febrian Prayogo. “Jadi, kapan pun kami diminta (untuk pengalihan rute), Bandara Juanda tinggal menjalankan.”
Febrian menambahkan bahwa koordinasi dilakukan dengan pihak terkait di Bandara Juanda, seperti pengaturan dan koordinasi lalu lintas udara, BMKG, Koramil, dan Polsek, Jadi, segala sesuatu yang terkait dengan status awas Gunung Agung sudah dibahas dan Bandara Juanda siap sebagai salah satu bandara pengalihan rute ke Bali, jika terjadi erupsi.
“Meski demikian, hingga saat ini, belum ada perintah pengalihan rute penerbangan menuju Bali yang dialihkan ke Bandara Juanda atau bandara lainnya,” sambung Febrian. “Tetapi, kami berharap rute penerbangan di semua bandara, termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, bisa berjalan secara normal.”
Memang, hingga Gunung Agung ditetapkan berstatus awas, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gustu Ngurah Rai masih berjalan normal. Pihak bandara setempat baru akan melakukan penutupan jika Gunung Agung meletus dan mengeluarkan hujan abu yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.
“Bandara I Gusti Ngurah Rai akan ditutup jika ada letusan Gunung Agung,” papar Corporate Secretary Perum PPPNPI (AirNav), Didiet KS Radityo. “Dari AirNav Indonesia bersama PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II telah menyiapkan alternatif pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara sesuai daya tampung yang tersedia.”
Didet menambahkan bahwa ada lima rute pengalihan jika Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup. Pengalihan penerbangan diarahkan ke Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Soekarno-Hatta, dan Bandara Lombok. “Rute-rute pengalihan itu antara lain meliputi 10 penerbangan ke Bandara Juanda, lima penerbangan ke Bandara Hasanuddin, lima penerbangan ke Balikpapan, lima penerbangan ke Jakarta, dan tiga penerbangan ke Lombok,” pungkasnya.