Sabtu, 09 September 2017

Bandara Juanda Jadi Tempat Parkir Pesawat Delegasi IMF-World Bank

Jakarta – Pertemuan tahunan Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) akan digelar pada bulan Oktober 2018 mendatang di Bali. Dalam acara tersebut akan dihadiri oleh ratusan kepala negara dan perwakilan delegasi. Indonesia sendiri mengaku siap menjadi tuan rumah dan terus melakukan berbagai persiapan untuk memastikan acara berjalan dengan lancar. Salah satu yang disiapkan tentu saja Bandara I Gusti Ngurah Rai yang nantinya akan didatangi 189 delegasi IMF.

Kementerian Perhubungan sendiri berupaya untuk merancang pengaturan parkir ratusan pesawat yang digunakan untuk mengangkut para pemimpin dan delegasi. “Nanti pas event IMF di Oktober tahun depan kami akan buat beberapa scheduling terkait dengan parkir daripada pesawat international yang akan mendarat,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Kamis (7/9), seperti dilansir Tribunnews.
Lebih lanjut Agus menuturkan bahwa pihak Kemenhub akan memberlakukan sistem parkir pesawat khusus untuk mengurangi kepadatan pesawat. Oleh sebab itu nantinya kemungkinan tak semua pesawat delegasi IMF diparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, namun beberapa pesawat akan diparkir di Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Bandara Internasional Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). “Pesawat kepresidenan akan ngedrop penumpang di Denpasar, untuk parkirnya akan ditempatkan di lokasi lain di Surabaya atau di Lombok,” kata Agus Santoso.
Beberapa waktu lalu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan jika Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan diperluas dalam rangka penyelenggaraan IMF. Setidaknya lahan reklamasi akan dipertahankan walaupun acara pertemuan IMF dan Bank Dunia selesai digelar. “Ada penambahan reklamasi beberapa hektar, tidak terlalu banyak. Kalau sudah tinggi, (lahannya) akan dipertahankan. Sayang kalau tidak,” ucap Budi di Jakarta, Selasa (5/9).

Pertemuan IMF dan Bank Dunia sendiri akan dihadiri oleh 189 negara anggota yang terdiri dari para menteri keuangan dan gubernur bank sentral. Selain dihadiri delegasi resmi, acara tersebut juga dihadiri perwakilan lembaga kerjasama ekonomi global dan regional, lembaga masyarakat sipil, kalangan swasta dan akademisi, serta media dari seluruh penjuru dunia. Acara tersebut diprediksi dihadiri sekitar 15.000 orang.