Sabtu, 30 September 2017

Antisipasi Kemacetan Saat Erupsi, Polresta Sidoarjo Siap Atur Lalu Lintas Sekitar Bandara Juanda

Sidoarjo – Polresta Sidoarjo berencana melakukan penambahan personel untuk mengatur lalu lintas di sekitar kawasan Bandara Internasional Juanda. Pasalnya, setelah Bandara Juanda ditetapkan sebagai alternatif apabila terjadi erupsi Gunung Agung dan Bandara Ngurah Rai Bali ditutup, maka lalu lintas sekitar Bandara Juanda diperkirakan bakal mengalami kepadatan.

Menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, dengan dialihkannya sejumlah penerbangan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Bandara Juanda ketika Gunung Agung meletus, maka jumlah penumpang di Bandara Juanda akan meningkat. Demikian pula dengan arus lalu lintas di sekitar Bandara Juanda.
Pihak Polresta Sidoarjo nantinya akan menambah personel polisi di beberapa titik jalan yang diprediksi terjadi kemacetan, antara lain di perempatan Pabean Sedati yang menjadi pintu masuk Terminal 1 Bandara Juanda, kawasan Sedati Gede yang menjadi pintu masuk Terminal 2, serta kawasan Aloha yang menjadi titik temu arus kendaraan dari Bandara dan Surabaya menuju Sidoarjo.
“Kita akan beri perhatian khusus untuk jalur kendaraan dari dan ke Bandara Juanda saat digunakan sebagai bandara alternatif untuk penerbangan Bali yang akan ditutup saat Gunung Agung meletus,” beber Himawan Bayu Aji di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (26/9), seperti dilansir Sindonews.
Himawan menambahkan, personel kepolisian akan berjaga di sejumlah titik kemacetan baik jalur dari dan ke arah Bandara Juanda. “Jangan sampai arus kendaraan dari dan ke Bandara Juanda menumpuk di titik kemacetan di jalur pintu masuk dan keluar bandara,” tandasnya.
Tak cukup sampai di situ, walaupun letaknya berjauhan dari Gunung Agung, Polresta Sidoarjo juga bekerjasama dengan petugas Puskesmas di Sidoarjo untuk menyediakan ribuan masker gratis ke masyarakat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung ke wilayah Jawa Timur.
Sebelumnya PT Angkasa Pura (AP) I mengumumkan bahwa pihaknya akan melayani 12 slot penerbangan pengalihan dari Bandara Ngurah Rai. “Kami sudah menyiapkan 12 slot penerbangan untuk jenis pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737 sebanyak enam slot dan sisanya enam slot untuk pesawat berbadan sedang,” ucap General Manajer PT AP I Juanda, Yuwono.

Selain dilayani oleh Bandara Juanda, sejumlah penerbangan juga dialihkan ke bandara lain seperti Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Malang, Solo, atau Lombok. Yuwono juga mengatakan bila Bandara Juanda kemungkinan juga akan tutup bisa debu vulkanik dari Gunung Agung sampai ke Bandara Juanda.