Kamis, 07 September 2017

Angkasa Pura I Bakal Fokus Kembangkan Bisnis Kargo

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I kini tengah berupaya untuk mengembangkan pengelolaan terminal kargo dan pos yang lebih baik, sesuai dengan sistem logistik. Langkah ini dilakukan seiring dengan meningkatnya potensi bisnis logistik.

Menurut Direktur Utama PT AP 1, Danang Baskoro, selama ini AP I hanya fokus untuk mengembangkan dan mengelola terminal. Oleh sebab itu pihaknya kerap mengesampingkan pengembangan sektor kargo atau logistik. “Dinamika penanganan bandara sama saja kayak di Cengkareng. Dulu terminal kargo ditanganinya cuma 25%, sementara 75% angkasa pura menangani passenger penumpang. Nah sekarang bisa sudah konsentrasinya 50% - 50%,” kata Danang di Graha Angkasa Pura I, Jakarta, Rabu (6/9), seperti dilansir Okezone.
Pembagian konsentrasi tersebut pun akan diikuti perubahan aturan-aturan lama untuk mengikuti perkembangan perilaku pasar logistik. Di samping itu, AP I juga merasa perlu membenahi segi infrastruktur dan administrasi, serta peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung bisnis kargo.
Ditingkatkannya fokus AP I terhadap logistik saat ini juga didorong oleh pesatnya perkembangan industri e-commerce di Indonesia. Terutama adanya kemajuan teknologi juga turut berperan untuk mempercepat perkembangan industri e-commerce. “Seiring waktu kemajuan logistik dan kecanggihan elektronik, semuanya berubah. Orang tidak bisa bayangkan e-commerce bisa menjadi demikian besar,” jelas Danang.
Untuk sementara ini, salah satu infrastruktur yang akan dikembangkan oleh AP I adalah cold storage (pendingin untuk barang). “Infrastrukturnya sekarang ini kita konsen itu, kita mau peran lebih besar, kita mulai mendata, peralatan apa saja yang diperlukan di sana. Dan baru bisa investasi setelah tahu skala ekonomisnya berapa. Misalnya Cold storage, kita harus tau penggunaannya berapa besar. Harus ada hitung-hitungan yang tepat,” paparnya.
Sampai periode Juli 2017 lalu trafik kargo AP I adalah 236.011 ton dengan rincian 193.752 kargo domestik dan 42.258 kargo internasional. Perolehan tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2016 lalu yang hanya 205.636 ton dengan rincian 179.538 kargo domestik dan 26.098 kargo internasional.

Sementara itu, Bandara Internasional Juanda Surabaya memegang market share trafik kargo tertinggi sebesar 23,4% atau sekitar 55.186 ton. Kemudian di belakangnya ada Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebesar 19,5% (45.919 ton), dan Bandara Ngurah Rai Bali 18,3% (43.219 ton).