Senin, 07 Agustus 2017

Target Satu Juta Wisatawan, AP I Perluas Bandara Juanda

SURABAYA - PT Angkasa Pura I terus berupaya untuk melakukan penambahan kapasitas Bandara Internasional Juanda. Hal ini dilakukan perusahaan guna mengejar target mampu mendatangkan satu juta wisatawan ke Provinsi Jawa Timur melalui bandara yang secara administratif berlokasi di Kabupaten Sidoarjo tersebut.

“Perseroan kini sudah selesai merancang masterplan untuk perluasan Bandara Juanda,” papar Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I, M. Asrori. “Sekarang, kami sedang melakukan pengurusan perizinan untuk airport city, dan kalau izin mendirikan bangunan sudah selesai, kami akan melanjutkan ke pembebasan lahan.”
Asrori menambahkan bahwa luas lahan baru untuk Bandara Juanda diperkirakan mencapai 1.700 hektare, dan akan berlokasi di sebelah utara Bandara Juanda. Perusahaan sendiri menargetkan bisa melakukan pembebasan lahan untuk kebutuhan perluasan ini pada tahun 2018 mendatang. “Nantinya, jarak dua landasan harus lebih dari 1.000 meter agar dapat digunakan pesawat untuk mendarat,” sambung Asrori.
“Saat ini, untuk solusi jangka pendek, PT Angkasa Pura I telah meningkatkan traffic movement di Bandara Juanda dari semula 25 per jam menjadi 27 per jam,” tambah Asrori. “Solusi tersebut diharapkan bisa menambah hingga satu juta seat capacity sehingga bisa mereduksi kelebihan kapasitas.”
Sebelumnya, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam sebuah diskusi pada bulan Juli lalu, memang pernah ‘menantang’ PT Angkasa Pura I Bandara Juanda agar mampu mendatangkan satu juta wisatawan ke Jawa Timur. Dalam tantangan tersebut, Menteri Pariwisata mengatakan target itu sudah harus terpenuhi hingga batas waktu tahun 2025 mendatang.
“Jawa Timur memiliki kawasan Bromo Tengger Semeru yang menakjubkan. Jadi, kalau tidak bisa mendatangkan wisatawan sebanyak ini, kalian lelet,” kata Menteri Pariwisata di hadapan direksi PT Angkasa Pura I. “Manajemen Bandara Juanda, Dinas Pariwisata, maskapai, dan para pelaku wisata, termasuk hotel serta agen travel, harus berkolaborasi untuk mewujudkan impian satu juta wisatawan ke Jawa Timur.”