Minggu, 13 Agustus 2017

Selain Dubai & Adisutjipto, Bandara Juanda Juga Pakai Announcer Bahasa Jawa

Surabaya – Siapa sangka jika Bahasa Jawa ternyata bisa begitu mendunia? Belum lama ini netizen dibuat heboh dengan announcer Bandara Internasional Dubai yang memakai Bahasa Jawa saat memberikan pengumuman pada para penumpang. Salah satu warga asal Bandung, Wahyu Pratomo merekam suara tersebut melalui Insta Story di akun Instagram-nya dan sukses menjadi viral.

“Nuwun sewu, bapak-bapak soho ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko bade ... (Permisi bapak-bapak dan ibu-ibu, penerbangan EK 358 ke Jakarta saat ini akan....),” demikian bunyi pengumuman di Bandara Dubai. Bahasa Jawa yang dipakai sendiri merupakan Bahasa Jawa halus.
Selain di luar negeri, ternyata beberapa bandara di Indonesia pun juga menggunakan Bahasa Jawa. Sebelumnya ada Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang dilaporkan memakai Bahasa Jawa. Kini rupanya ada satu lagi bandara yang berbahasa Jawa, yakni Bandara Internasional Juanda. Bedanya, Bahasa Jawa yang dipakai di Bandar Juanda adalah bahasa khas Suroboyoan.
Selama ini memang tak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa Bandara Juanda juga memiliki announcer Bahasa Jawa. Pasalnya suara tersebut baru disiarkan dalam kondisi tertentu saja. “Cuma untuk penerbangan yang delay aja mas. Jadi setelah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, baru Bahasa Jawa,” ungkap salah satu petugas PT Angkasa Pura (AP) I, seperti dilansir Jawa Pos.
Announcer berbahasa Jawa tersebut kabarnya telah digunakan sejak akhir bulan Juli lalu dan dapat didengarkan di seluruh area khusus penumpang di Bandara Juanda. “Baik di Terminal 1 maupun Terminal 2 dipakai. Pokoknya setiap ada yang delay ada announcer Bahasa Jawa,” jelasnya.
Ditemui terpisah, Humas PT Angkasa Pura (AP) I, Febrian Prayoga menuturkan jika pihaknya memang sengaja memakai announcer berbahasa Jawa. “Penggunaan bahasa daerah itu bertujuan untuk menjaga kelestarian budaya dan bahasa setempat, sekaligus sebagai upaya mendukung kearifan lokal,” papar Febrian.
Jika Bahasa Jawa yang digunakan di Bandara Adisutjipto Jogja adalah Bahasa Krama Inggil (halus), maka di Bandara Juanda memakai Bahasa Jawa khas Surabaya. “Kami ingin memberikan nuansa khas Jawa Timur serta kebanggaan bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya,” tandasnya.