Kamis, 03 Agustus 2017

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Jawa Timur pada Juni 2017 Menurun

Surabaya – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Jawa Timur kembali mengalami penurunan pada bulan Juni 2017 usai mencapai puncaknya pada bulan April lalu. Berdasarkan data yang dilaporkan dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisman yang berkunjung ke Jatim lewat Bandara Internasional Juanda turun 14,35% dari 19.127 kunjungan pada Mei 2017 menjadi hanya 16.382 kunjungan pada Juni 2017.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni tersebut juga adalah perolehan yang terendah apabila dibandingkan perolehan pada Januari-Mei 2017. Sementara itu pada bulan April 2017 lalu jumlah wisman ke Jatim mencapai 20.102 orang.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Teguh Pramono menjelaskan, walaupun secara bulanan kunjungan wisman ke Jatim menurun, tetapi secara kumulatif jumlahnya meningkat. Jumlah kunjungan wisman selama periode Januari-Juni 2017 adalah 101.800 orang, naik 6,21% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 95.850 kunjungan.
“Walaupun wisman Juni turun dari bulan Mei, kalau kita bandingkan dengan Juni tahun lalu, volumenya tetap lebih tinggi sebesar 11%. Wisman yang paling banyak kunjungannya pada Juni berasal dari Malaysia,” jelas Teguh, seperti dilansir Kabar 24.
Lebih lanjut Teguh menjelaskan bahwa penurunan kunjungan wisatawan mancanegara lebih karena faktor musiman, terutama pada bulan tersebut ada momentum puasa dan Lebaran yang akhirnya turut mempengaruhi jumlah wisatawan yang datang dari negara tertentu.
BPS menambahkan jika kunjungan wisatawan asing ke Jatim melalui Bandara Juanda paling banyak didominasi oleh turis asal negara Malaysia sebanyak 3.369 kunjungan, Singapura 2.163 kunjungan, China 1.567 kunjungan, Thailand 895 kunjungan, Taiwan 893 kunjungan, dan Amerika Serikat sebanyak 548 kunjungan. “Paling sedikit dari Hong Kong hanya 238 kunjungan,” sambung Teguh.
Dari 10 negara utama yang berkunjung ke Jatim, 8 di antaranya mengalami penurunan jumlah kunjungan. Sedangkan yang meningkat adalah kunjungan wisman asal Malaysia dan Amerika Serikat. “Penurunan terbesar wisatawan dari Thailand yang turun 66,59 persen, disusul Cina yang turun 45,63 persen, India turun 37,45 persen, dan Taiwan turun 32,92 persen,” ucap Teguh.

“Warga Malaysia menggemari produk apparel seperti busana-busana Muslim yang ada di Indonesia. mereka biasanya berbelanja di Surabaya dan Bandung. Jumlahnya meningkat selama bulan puasa,” tandas Teguh.