Rabu, 23 Agustus 2017

Kendala Teknis, Penerbangan Wings Air & Batik Air dari Malang Dialihkan ke Bandara Juanda

Malang – Pesawat milik maskapai Lion Air Group, Wings Air dan Batik Air batal terbang di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang pada Senin (21/8) lalu. Alhasil sekitar 150 penumpang kedua maskapai tersebut pun terlantar di Bandara Abdulrachman Saleh.

“Katanya mau dialihkan ke Surabaya (Bandara Juanda). Tapi tidak diperjelas busnya jam berapa, penerbangan jam berapa dan bandaranya (Abdulrachman Saleh) sudah malam, tutup,” ungkap Permata Ariani, salah seorang penumpang Wings Air, seperti dilansir Kompas.
Ariani sendiri dijadwalkan untuk naik pesawat rute Malang-Halim Perdanakusuma pada pukul 14.00 WIB, akan tetapi hingga malam hari masih belum ada pesawat yang bersedia mengangkut Ariani. Ia pun kurang tahu apa penyebab batalnya penerbangan sore dari Bandara Abdulrachman Saleh. Setidaknya terdapat 2 penerbangan yang batal, yakni Malang-Halim Perdanakusuma dengan Batik Air, dan Malang-Makassar menggunakan Wings Air.
Sedianya, pesawat Batik Air rute Malang-Makassar take off sebelum pukul 15.00 WIB, sedangkan Wings Air rute Malang-Jakarta terbang pukul 16.30 WIB. Menurut Kepala UPTD Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Suharno, pembatalan penerbangan maskapai Wings Air dan Batik Air disebabkan karena adanya masalah teknis. Akan tetapi, Suharno enggan menjelaskan secara rinci apa yang dialami kedua maskapai tersebut, sebab hal itu adalah wewenang dari pihak maskapai.
“Itu masalah teknis. Info dari airlines, rencana digeser ke Bandara Juanda Surabaya. Bandara tidak ada masalah. Memang kalau faktor teknis menyangkut keselamatan penerbangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Suharno mengungkapkan jika para penumpang rencananya diangkut ke Bandara Internasional Juanda menggunakan bus. Pihaknya sendiri berusaha untuk memonitor para penumpang. “Namun kabarnya tadi waktu maghrib, penumpang sudah mau diangkut ke Juanda. Disiapkan tigas bus. Itu perkembangan yang saya dapat. Kami monitor. Mudah-mudahan sudah diangkut ya,” papar Suharno.

Suharno pun mengatakan bahwa prosedur penanganan penumpang yang batal terbang akan diserahkan pada pihak maskapai. “Solusinya seperti apa, dan berapa jam penanganannya itu semuanya diserahkan kepada maskapai. Kami hanya minta supaya penumpang mendapatkan solusi,” tandasnya.