Minggu, 06 Agustus 2017

Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci via Bandara Juanda, 7 Calon Jemaah Haji Meninggal

Magetan – Dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2017 ini setidaknya terdapat 169 calon jemaah haji (CJH) asal Magetan atau sekitar separuh dari total 336 CJH yang termasuk dalam kategori risiko tinggi (risti) berdasarkan hasil pemeriksaan tes kesehatan. Meski demikian, terdapat petugas khusus yang memang disiagakan untuk mendampingi calon jemaah haji berisiko tinggi tersebut.

“Tapi ada dokter dan perawat yang akan menemani mereka selama dalam perjalanan dan ibadah,” kata Yun Isnaini, Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah Kemenag, Kamis (4/8), seperti dilansir Jawa Pos.
Sementara itu, Kepala Kemenag Muhdor menjelaskan bahwa tahun ini terdapat penambahan jumlah jemaah haji dari yang tahun lalu hanya 230 orang kini ditambah menjadi 336 orang. Jumlah tersebut meliputi 150 calon jemaah haji laki-laki dan 186 calon jemaah haji perempuan. Penambahan ini terjadi seiring dengan kembali normalnya kuota haji Indonesia menjadi 211 ribu jemaah.
Di samping itu jumlah jemaah bertambah lantaran terjadi kenaikan kuota lansia dan CJH penggabungan murni berdasarkan usulan. “Untuk jemaah yang tertua berusia 78 tahun dan termuda 22 tahun,” katanya.
Sekitar ratusan calon jemaah haji asal Magetan yang tergabung dalam kloter 25 sudah diberangkatkan ke Madinah dari Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Kamis (4/8) malam. Sedangkan 7 calon jemaah haji embarkasi Surabaya dilaporkan telah meninggal dunia menjelang berangkat ke Tanah Suci. Para CJH tersebut meninggal karena penyakit yang mereka derita.
Berdasarkan data dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, mereka berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur. “Rata-rata yang meninggal sudah usia lanjut, sekitar 70 tahun. Mereka meninggal di daerah masing-masing,” ungkap Sugianto, Sekretaris 1 PPIH Embarkasi Surabaya, Sabtu (5/8).
Ada pula 14 calon jemaah haji asal Jatim yang terpaksa dilarikan ke RSU Haji. Sebagian besar dibawa ke rumah sakit karena mengalami anemia dan stroke. “Otomatis keberangkatan mereka tertunda,” kata Isnawati, petugas PPIH Embarkasi Surabaya.
Lebih lanjut tim kesehatan menuturkan terdapat 3 level jemaah yang dinyatakan berisiko tinggi, yakni level merah karena menderita penyakit kronis dan usia tua (di atas 60 tahun), level kuning karena ada potensi dan sedang menderita penyakit kronis saja (usia di bawah 60 tahun), dan hijau karena jemaah telah berusia lanjut.