Minggu, 20 Agustus 2017

Bulan Depan Wings Air Terbangi Rute Sumenep-Surabaya & Sumenep-Malang

Sumenep – Maskapai Wings Air memastikan akan mulai menerbangi rute Sumenep-Surabaya dan Sumenep-Malang mulai bulan depan. Rute penerbangan tersebut melalui Bandara Trunojoyo Sumenep, Bandara Internasional Juanda Surabaya, dan Bandara Abdul Rahman Saleh Malang.

“Mulai bulan depan akan melakukan penerbangan dengan rute Sumenep-Surabaya dan Sumenep-Malang,” kata Sustono, Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Jumat (18/8), seperti dilansir Portal Madura.
Lebih lanjut Sustono menjelaskan bahwa pesawat yang akan digunakan oleh Wings Air dalam penerbangan komersial tersebut adalah pesawat jenis ATR 72 yang mampu mengangkut kapasitas sekitar 70 orang penumpang. “Soal tanggal pastinya tunggu saja, yang jelas bulan depan sudah mulai beroperasi,” tutur Sustono.
Beberapa waktu lalu PT Wings Abadi (Wings Air) telah melakukan uji coba penerbangan rute Sumenep-Surabaya di Bandara Trunojoyo dengan mengoperasikan pesawat ATR 72. Bandara yang berada di Pulau Madura tersebut mempunyai landasan pacu atau runway sepanjang 1.600 meter dengan leber 30 meter.
Sebelumnya penerbangan tersebut terkendala objek pengganggu berupa gedung sekolah SMK PGRI Madura. Namun kabarnya saat ini objek penghambat atau obstacle tersebut telah berhasil ditangani. “Kalau soal penghambat atau obstacle keselamatan penerbangan sudah ditertibkan dan sejumlah fasilitas pendukung bandara sudah siap semua,” kata Sustono.
Meskipun penerbangan rute Sumenep-Surabaya dan Sumenep-Malang direncanakan beroperasi bulan September depan, Sustono masih belum dapat memberi kepastian terkait kisaran harga atau tarif tiket pesawat yang dikenakan oleh pihak Wings Air untuk kedua rute tersebut. Menurut Sustono, penentuan biaya tiket pesawat rute Sumenep-Surabaya dan Sumenep-Malang masih menanti hasil koordinasi lebih lanjut bersama pihak manajemen PT Wings Air Abadi.
“Harga tiket belum diketahui. Baru tadi malam Kepala Bandara berangkat. Kita tunggu saja nanti hasilnya. Saat ini kami masih konsultasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Kementerian Perhubungan terkait harga tiket itu,” tutup Sustono.