Selasa, 22 Agustus 2017

Angkat Wisata Jatim, AP I Beri Insentif Landing Fee ke Maskapai

SURABAYA – Dalam rangka menyukseskan pengembangan pariwisata di kawasan Jawa Timur, PT Angkasa Pura I menggratiskan biaya pendaratan atau landing fee bagi maskapai penerbangan yang membuka atau menambah rute baru di provinsi ini. Sebelumnya, PT Angkasa Pura II telah memberikan insentif landing untuk 12 bandara yang dikelolanya.

“Terobosan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan lalu lintas wisatawan di Jawa Timur,” ungkap Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I, Moch. Asrori. “Akhirnya, maskapai digandeng dan diberikan insentif menarik. Hal ini juga untuk mendorong maskapai membuka rute baru dan menambah frekuensi terbang.”
Asrori menambahkan bahwa insentif itu diberikan PT Angkasa Pura I kepada badan usaha angkutan udara yang membuka rute baru dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan penumpang. Menurut Asrori, dengan bertambahnya rute baru dan frekuensi terbang, pergerakan penumpang akan bertumbuh sehingga mendorong industri pariwisata daerah.
Insentif landing fee ini diyakini bakal efektif. Selain men-drive maskapai ke daerah tujuan wisata, hal ini juga sangat ampuh untuk mengurai kepadatan saat peak season. Pemberian insentif ini juga merupakan salah satu inovasi dan strategi dari PT Angkasa Pura I untuk dapat mengoptimalkan kinerja bandara serta memberikan alternatif pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat.
“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2015 naik cukup signifikan, yaitu hingga 54 persen. Tahun lalu, kami juga mencatat 612.412 kunjungan wisman ke Jatim melalui Bandara Internasional Juanda,” sambung Asrori. “Jumlah itu naik 32 persen jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang hanya 463.596 kunjungan.”
Sementara itu, di tempat terpisah, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyambut baik langkah PT Angkasa Pura I yang akan memberikan diskon tarif pendaratan di Bandara Juanda. Menurutnya, air connectivity itu dijadikan critical success. “Begitu problem disentuh, maka akan lebih banyak lagi wisatawan asing yang masuk ke Indonesia,” katanya.