Kamis, 10 Agustus 2017

Angkasa Pura I Bakal Ambil 6 Bandara di Indonesia Timur

Biak – PT Angkasa Pura (AP) I berencana mengambil alih pengelolaan 6 bandara yang terletak di wilayah timur Indonesia tahun 2017/2018. Keenam bandara yang akan diambil alih AP I antara lain adalah Bandara di Palu, Luwuk, Labuhan Bajo, Tarakan, Sentani, dan bandara baru di Pulau Jawa.

“Persiapan untuk pengelolaan enam bandara sedang dalam proses, ya ditargetkan tahun 2018 diharapkan sudah dapat terealisasi,” kata Adi Nugroho, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT AP I, seperti dilansir Antara.
Adi menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2017-2018 pihak manajemen AP I telah membangun bandara baru di DI Yogyakarta, Semarang, dan pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Dalam proses pembangunan bandara baru di Yogyakarta, AP I telah membebaskan tanah sekitar 580 hektare. “Ya sisa pembebasan tanah yang masih diupayakan dalam tahun ini sekitar tiga hingga empat persen karena dalam tahap pelepasan,” papar Adi.
PT Angkasa Pura I sendiri merupakan BUMN yang ditunjuk untuk mengelola bandara di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur sejak tahun 1987 silam. Hingga kini terdapat 13 bandar udara yang berada di bawah naungan AP I, yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Internasional Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Lombok, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang.

Selain mengelola 13 bandara, PT Angkasa Pura (AP) I juga mengoperasikan 2 cargo warehousing services (CWS) dan 1 air traffic services (ATS). Bahkan belum lama ini AP I juga mengungkapkan rencananya untuk memperluas kapasitas Bandara Internasional Juanda. Luas lahan baru untuk Bandara Juanda diperkirakan mencapai 1.700 hektare dan berlokasi di sisi utara Bandara Juanda.