Rabu, 05 Juli 2017

Wisman Asal China Paling Banyak Kunjungi Indonesia Selama Mei 2017

Jakarta – Selama periode Mei 2017, tercatat 1,16 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mayoritas wisman berasal dari negara China. Pada Mei 2017 jumlah kunjungan wisman naik 1,49 persen dibanding bulan April 2017 lalu.

Dari total kunjungan wisman selama Mei 2017, sebanyak 963.310 orang berkunjung melalui 19 pintu utama kedatangan internasional. Lebih lanjut, sebanyak 938.623 di antaranya adalah wisatawan mancanegara reguler dan sisanya, yakni 24.687 adalah turis mancanegara khusus. Sisanya sebanyak 195.898 orang masuk melalui luar 19 pintu utama, dengan rincian pos lintas batas 156.054 dan pintu masuk lainnya sebanyak 39.844.
“Kalau kita lihat pada Mei 2017 jumlah wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia 1,16 juta, naik dari bulan sebelumnya 1,49%. Kenaikan kunjungan turis terjadi di Bandara Sam Ratulangi, Manado karena ada pembukaan penerbangan langsung dari Manado ke beberapa kota di China,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto di Jakarta, Senin (3/7).
Suhariyanto memaparkan bahwa jumlah kunjungan wisman selama Mei naik ke destinasi seperti Lombok dan yang masuk lewat Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau. Sedangkan penurunan jumlah wisman terjadi di Bandara Soekarno-Hatta sebesar 3,04 persen dan Batam sebesar 16,31 persen (month to month).
“Yang dari Batam memang kurang menggembirakan. Terjadi penurunan kunjungan wisman sebesar 15,16 persen periode Mei 2017 dibanding Mei 2016,” imbuhnya.
Dari keseluruhan wisman yang berkunjung ke Indonesia selama Mei 2017, paling banyak berasal dari negara China, yakni sebesar 13,19 persen dari total penumpang sebesar 152,91 ribu kunjungan. Perolehan tersebut naik cukup signifikan dibanding periode yang sama tahun 2016, 110,04 ribu kunjungan.
Setelah China, turis dari India juga mengalami kenaikan dari 35,18 ribu kunjungan pada Mei 2016 lalu menjadi 45,58 ribu kunjungan pada Mei 2017. Sedangkan jumlah kunjungan wisman asal Singapura, Malaysia, dan Australia turun pada Mei 2017. Wisman asal Singapura berjumlah 113,96 ribu, turun dari 129,05 kunjungan tahun lalu.

Kemudian turis asal Malaysia sebesar 111,55 ribu turun dari 122,99 ribu kunjungan dan turis asal Australia juga turun dari 101,86 kunjungan menjadi 91,71 ribu kunjungan. “Komposisi memang tidak berubah, turis dari China meningkat di Bali dan Manado. Ini karena perkembangan ekonomi di China yang pesat sehingga mempengaruhi pendapatan per kapitanya. Kemudian mereka mulai spending dan mencari leisure time,” tandasnya.