Sabtu, 15 Juli 2017

Wings Air Bakal Buka Rute Penerbangan Baru Sumenep-Surabaya

Sumenep – PT Wings Abadi (Wings Air) berencana untuk melayani penerbangan komersial rute Sumenep via Bandara Trunojoyo ke Surabaya (Bandara Internasional Juanda). Bahkan keseriusan maskapai Wings Air ini ditunjukkan lewat pengajuan slot waktu ke pihak Otoritas Bandara Trunojoyo, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Surat permohonan permintaan waktu penerbangan di rute Sumenep-Surabaya itu telah kami terima secara resmi dari manajemen Wings Air tertanggal 12 Juli 2017,” kata Wahyu Siswoyo, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo, Sumenep, Jumat (14/7), seperti dilansir Portal Madura.
Rute penerbangan baru Sumenep-Surabaya ini adalah bagian dari pengembangan bisnis Wings Air dan nantinya pihak Wings Air berencana menggunakan pesawat tipe ATR-72 yang memiliki kapasitas sebanyak 70 penumpang. “Kami sebagai pengelola Bandara Trunojoyo, melihat permohonan 'slot' rute Sumenep - Surabaya dari Wings Air itu sebagai sebuah perkembangan yang positif dan ini perlu ditindak lanjuti secara cepat,” ujar Wahyu.
Agar rute penerbangan komersial ini dapat segera terealisasi, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Sumenep. Pasalnya hingga kini masih ada objek penghambat ‘obstacle’ keselamatan penerbangan di jalur tersebut, yakni berupa gedung dua lantai milik SMA PGRI Sumenep yang berada pada jarak 230 meter di sisi barat ujung landasan pacu (runway) Bandara Trunojoyo.
“Kalau dari sisi teknis Bandara Trunojoyo, fasilitasnya sudah layak untuk aktivitas penerbangan pesawat ATR-72, tapi masih ada kendala berupa obstacle berupa gedung SMA PGRI tersebut, makanya kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait di Pemkab,” ungkap Wahyu.

Wahyu menjelaskan jika dari beberapa tahun lalu pihaknya sendiri sudah meminta pemerintah daerah untuk segera merelokasi bangunan SMA PGRI Sumenep yang menjadi obstacle keselamatan penerbangan di Bandara Trunojoyo. “Hanya tinggal menunggu relokasi bangunan SMA PGRI Sumenep yang menjadi objek penghambat keselamatan penerbangan. Persoalan objek penghambat itu di luar kewenangan kami. Itu merupakan ranahnya Pemkab Sumenep. Karena itu, dalam waktu dekat, kami akan kembali membicarakan hal itu dengan pihak terkait,” tandasnya.