Selasa, 04 Juli 2017

Penumpang Pesawat di Bandara Juanda Tumbuh 0,54 Persen

JAKARTA - Dalam laporannya pada hari Senin (3/7) kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) mengemukakan bahwa jumlah penumpang angkutan udara rute domestik yang diberangkatkan sepanjang bulan Mei 2017 mencapai angka7,2 juta orang, atau mengalami kenaikan 2,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Khusus untuk Bandara Internasional Juanda, jumlah penumpang pada bulan Mei meningkat sebesar 0,54 persen.

“Secara keseluruhan, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Januari hingga Mei 2017 tercatat sebesar 34,6 juta orang, atau melonjak 9,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 lalu yang sebesar 31,5 juta penumpang,” jelas Kepala BPS, K. Suhariyanto. “Jumlah penumpang terbesar tercatat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang mencapai 8,5 juta penumpang atau 24,74 persen dari keseluruhan penumpang domestik, diikuti Bandara Juanda Surabaya yang mencapai 3,1 juta orang atau sekitar 8,87 persen dari total keseluruhan.”
Selain di Bandara Juanda, kenaikan jumlah penumpang pesawat terbang pada bulan Mei 2017 juga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang mencapai 5,56 persen, disusul dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar sebesar 4,95 persen. Adapun di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, jumlah penumpang di bulan kelima tumbuh 0,17 persen.
Berbanding terbalik dengan penumpang domestik, jumlah penumpang pesawat terbang rute luar negeri pada bulan Mei 2017 justru mengalami penurunan sebesar 3,83 persen dari bulan sebelumnya menjadi 1,3 juta orang. Jumlah penumpang internasional terbesar terjadi di Bandara Soekarno-Hatta yang mencapai 591,4 ribu orang atau 44,07 persen dari total penumpang ke luar negeri, diikuti dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar yang berjumlah 471,6 ribu orang atau sekitar 35,14 persen.

Sementara itu, kenaikan tarif tiket pesawat terbang menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi pada periode Juni 2017, yaitu sekitar 0,12 persen terhadap inflasi nasional. Namun, harga tiket pesawat diprediksi akan semakin murah dengan semakin giatnya pemerintah membangun infrastruktur bandara, seperti terminal otomatis.