Jumat, 05 Mei 2017

Peminat Tinggi, Penerbangan dari Bandara Juanda ke Bawean Ditambah

Surabaya – Pada Rabu (3/5) lalu penerbangan perintis perdana dari Bandara Internasional Juanda Sidoarjo menuju ke Pulau Bawean dan sebaliknya berjalan dengan lancar. Bahkan seluruh seat yang terdiri dari 12 penumpang dan 3 kru pesawat terisi penuh.

Penerbangan perdana tersebut menandai dilanjutkannya penerbangan rute Surabaya-Bawean setelah 4 bulan sebelumnya terhenti karena kontrak dengan pihak maskapai penerbangan telah berakhir. Menurut Wahyu Siswoyo, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo, Sumenep, Pulau Madura, minat masyarakat pada rute penerbangan Surabaya-Pulau Bawean, Gresik cukup tinggi.
Berbeda dari rute ke Bawean, rute penerbangan perintis dari Surabaya ke Sumenep justru masih sepi. “Di jalur Sumenep-Surabaya itu memang masih ada layanan moda transportasi umum lainnya, yakni bus. Itu yang diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat penggunaan jasa pesawat perintis,” katanya.
“Untuk memenuhi ekspektasi itu, frekuensi penerbangan (ke Bawean) ditambah sehari sehingga menjadi tiga kali dalam sepekan,” jelas Wahyu Siswoyo. Penerbangan perintis dari Bandara Juanda tersebut mendarat di Bandara Harun Thohir yang terletak di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean dan masih berada dalam pengelolaan Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo, Sumenep, Madura.
Bandara Harun Thohir pertama kali beroperasi tahun 2016 lalu dan melayani penerbangan 2 kali dalam sepekan, yaitu tiap hari Selasa dan Kamis, baik dari Bandara Juanda ke Bandara Harun Thohir, dan sebaliknya. Mulai (3/5) frekuensi penerbangan rute Surabaya-Bawean puh ditambah 1 hari lagi setiap Rabu.
“Tiket tetap tidak naik,” ungkap Wahyu. Harga tiket penerbangan perintis dari Bandara Juanda ke Bandara Harun Thohir dibanderol Rp 317.200 sekali jalan. Sedangkan tiket pesawat dari Bawean ke Surabaya lebih murah, hanya Rp 242.200.
“Pesawat yang digunakan masih sama, Airfast Indonesia,” jelasnya. Airfast Indonesia menggunakan pesawat jenis Twin Otter Tipe DHC 6-300 yang berkapasitas 15 tempat duduk (12 penumpang dan 3 kru pesawat).
Di samping untuk mengakomodasi tingginya permintaan masyarakat, ditambahnya frekuensi penerbangan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat menjelang Ramadan dan Lebaran. “Tambahan frekuensi ini memanfaatkan optimalisasi Ramadan, Lebaran, maupun arus balik,” tuturnya. Pesawat dari Bandara Juanda ke Bandara Harun Thohir dijadwalkan berangkat pada pukul 09.00 WIB, sedangkan pesawat dari Bandara Harun Thohir menuju Bandara Juanda diberangkatkan jam 10.30 WIB.