Selasa, 16 Mei 2017

Pemerintah Berharap Ada Penerbangan Langsung Tual-Surabaya

Juandaairport.com - Pemerintah berharap ada maskapai penerbangan yang membuka rute penerbangan langsung dari Tual menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Hal ini dilakukan guna memfasilitasi atau memberikan kemudahan bagi para pelaut yang ingin mengurus buku pelaut ke Kota Pahlawan tersebut.

Selama ini, para pelaut di Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, memang harus menuju Makassar atau Surabaya untuk mengurus buku pelaut. Dengan adanya penerbangan langsung ke Surabaya atau Bandara Internasional Juanda, maka urusan para pelaut ini bisa sedikit lebih ringan. “Penerbangan langsung dari Tual ke Surabaya ini untuk memudahkan masyarakat Tual yang ingin bersekolah maupun berbelanja,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.
“Selain itu, untuk mendorong industri perikanan di Tual, pemerintah juga mempertimbangkan membuka konektivitas Saumlaki atau Tual dengan Darwin di Australia,” sambung Budi. “Pasalnya, di Tual banyak ikan yang secara fisik kalau dibawa ke Surabaya dulu membuat ikan tersebut sudah tidak segar lagi. Nanti, kemungkinan ini akan kami pelajari.”
Namun, sebelum rencana tersebut direalisasikan, Budi meminta PT Airnav Indonesia untuk melengkapi fasilitas, termasuk peralatan navigasi, di Bandara Karel Satsuitubun Langgur. Dia menjelaskan, saat ini peralatan navigasi udara di bandara tersebut masih belum optimal, terutama peralatan untuk mendukung pendaratan pada malam hari.
“Saya sudah menghubungi Direktur Utama Airnav untuk melengkapi, supaya take off/landing di Langgur ini bisa lebih malam sehingga maskapai bisa bermalam di bandara ini, “ tambah Budi. “Besok pagi, pesawat baru pergi sehingga tempat ini menjadi lebih produktif.”
Di samping itu, Budi juga menginginkan ada tempat-tempat di selatan maupun utara Maluku yang bisa menjadi sentra perikanan agar nantinya dapat langsung diekspor ke luar negeri. Untuk itu, dirinya berharap akan ada kerja sama pemerintah dengan pihak swasta terkait pengelolaan Pelabuhan Tual. “Dengan adanya keterlibatan swasta, maka pembangunan dan pengembangan pelabuhan akan lebih maksimal tanpa bertumpu pada APBN,” tutup Budi.