Sabtu, 20 Mei 2017

Konsumsi Avtur di Bandara Juanda Meningkat 15%

Surabaya – Konsumsi bahan bakar pesawat, avtur di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Juanda meningkat hingga 15 persen selama seminggu terakhir. Rata-rata konsumsi harian di Juanda sekitar 1.000 kilo liter dan kini naik jadi 1.150 kilo liter.

Dengan adanya peningkatan konsumsi avtur ini, Pertamina Marketing Operation Region V berusaha untuk menambah armada mobil tanki refueller (bridger) dari DPPU terdekat, yakni DPPU Malang. “Satu unit mobil tanki refueller tambahan sudah tiba hari ini dengan kapasitas 16 kilo liter. Adanya penambahan ini diharapkan bisa mempercepat pelayanan avtur di Bandara Juanda,” kata Heppy Wulansari, Area Manager Communication and Relation.
Tak hanya itu, Pertamina juga bakal meminta bantuan pada PT Angkasa Pura (AP) I supaya pesawat berbadan besar (wide body) yang melayani rute penerbangan Surabaya-Jeddah bisa diparkir di area yang telah dilengkapi fasilitas pipa hydrant fuel supaya pengisian bahan bakar dapat dilakukan dari pipa.
“Jika pesawat tersebut parkir di area pipa hydrant fuel maka pengisian tidak perlu menggunakan mobil tanki refueller. Karena kapasitas tanki pesawat rute Surabaya-Madinah cukup besar maka sekali pengisian memerlukan 2-3 mobil tanki refueller. Jika permohonan ini disetujui, tentu akan sangat membantu mempercepat pelayanan agar mobil tanki refueller bisa dialihkan untuk pengisian maskapai lain,” papar Heppy.
Pihak Pertamina juga memastikan ketersediaan avtur untuk kebutuhan pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Sementara itu persediaan avtur masih aman hingga 10 hari ke depan. Avtur DPPU Juanda langsung dipasok dari pipa Terminal BBM Surabaya Grup dan penyaluran ke Bandara Juanda dilayani oleh 7 mobil refueller berkapasitas 190 kilo liter.
Selain di Bandara Juanda, Pertamina Marketing Operation Region 1 juga berusaha mengantisipasi lonjakan penerbangan menjelang puasa dan Lebaran 2017 dengan menambah pasokan avtur di Sumatera bagian Utara (Sumbagut). Penambahan stok avtur dilakukan untuk mengakomodir peningkatan kebutuhan avtur di Bandara Internasional Minangkabau di Sumatera Barat.