Jumat, 19 Mei 2017

Jelang Puasa, Lion Air Buka Rute Penerbangan Baru Surabaya-Pekanbaru

Jakarta – Maskapai yang berada di bawah naungan Lion Air Group, Lion Air dan Wings Air membuka rute baru ke Sumatera. Lion Air merambah rute dari Surabaya via Bandara Internasional Juanda ke Pekanbaru via Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Sementara itu maskapai Wings Air akan melayani rute penerbangan dari Palembang lewat Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II ke Lubuklinggau melalui Bandara Silampari.

Kedua rute penerbangan ini dilayani sejak hari Kamis (18/5) lalu dengan jumlah penerbangan sebanyak satu kali per hari. “Penambahan rute ini merupakan salah satu bentuk rangkaian perluasan destinasi bagi jaringan konektivitas penerbangan maskapai Lion Air Group. Dengan terbukanya akses ini di harapkan masyarakat memiliki pilihan yang beragam dalam menerbangi rute-rute tersebut,” kata Andy M Saladin, Public Relations Manager Lion Air Group di Jakarta, Rabu (17/5).
Lebih lanjut Andi menjelaskan jika pesawat Lion Air akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya pukul 15.45 WIB dan dijadwalkan sampai di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada jam 18.15 WIB. Sebaliknya, pesawat Lion Air dari Pekanbaru berangkat pukul 08.30 WIB dan mendarat di Surabaya pukul 11.00 WIB.
Sementara itu Wings Air akan melayani penerbangan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II palembang pukul 10.35 WIB dan sampai di Bandara Silampari Lubuklinggau jam 11.20 WIB. Dan sebaliknya, penerbangan dari Lubuklinggau berangkat pukul 11.55 WIB dan tiba di Palembang pukul 12.40 WIB.
Menjelang datangnya bulan puasa atau bulan suci Ramadan, pihak Lion Air Group berupaya memberi kemudahan untuk masyarakat dengan pembukaan sejumlah akses ke destinasi baru dan menambah jam penerbangan tiap harinya untuk mengakomodir kebutuhan para pengguna jasa penerbangan.
“Kami pun berharap dengan tersedianya akses dari Surabaya menuju Pekanbaru dan Palembang menuju Lubuklinggau dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pariwisatanya masing-masing,” tandas Andi.