Jumat, 07 April 2017

Tak Jadi Dihukum, Menhub Budi Karya Hanya Akan Membina Lion Air

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hanya akan membina maskapai Lion Air setelah sederet kesalahan prosedural yang terjadi akhir-akhir ini, mulai dari salah rute penerbangan hingga meninggalkan penumpang sebelum jadwal keberangkatan.

Menurut Menhub, teguran kepada maskapai hanya akan merusak iklim industri penerbangan. “Kalau kami hukum dengan menghapus rute atau sejenisnya, bisa dibayangkan industri penerbangan akan bermasalah,” kata Budi Karya di kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (4/4).
Sebelumnya Menhub Budi Karya Sumadi diisukan tak menghukum Lion Air lantaran memiliki kedekatan dengan para petingginya. Namun Budi membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa keputusannya ini semata hanya untuk menjaga iklim industri penerbangan. “Tidak ada masalah dekat atau jauh, tidak ada masalah apa-apa,” kata Budi.
Lebih lanjut Budi mengungkapkan bahwa Lion Air harus mengubah cara operasionalnya supaya lebih baik. “Kita ingin satu stakeholder yang sudah melayani masyarakat, industri, investasi yang sudah ada akan kita bina, agar mereka menaikkan level of service. Kalau kita ingin pecat, hapus rute, tapi bisa dibayangkan industri penerbangan akan bermasalah,” sambungnya.
Budi menjelaskan jika industri penerbangan sangat sulit memperoleh profit. Oleh sebab itu apabila pemerintah cepat merespons suatu peristiwa lewat hukuman, maka para pelaku usaha termasuk Lion Air akan menimbulkan kegaduhan. “Saya tidak ingin industri penerbangan gaduh, tapi harus survive,” jelasnya.
Lebih lanjut Budi memberi waktu bagi Lion Air untuk berbenah selama 3 bulan. Budi ingin membina industri penerbangan Indonesia agar bisa bersaing di tingkat internasional. “Kita sedang berjuang untuk berkompetisi secara internasional, oleh karena itu lebih memilih untuk membina,” tandasnya.
Sebelumnya Lion Air sempat mengalami beberapa insiden seperti delay hingga berjam-jam, dan yang terbaru adalah peristiwa bocornya avtur pesawat di apron Bandara Internasional Juanda, Surabaya.