Minggu, 02 April 2017

Pesawat Lion Air Alami Kebocoran Saat Isi Bahan Bakar di Bandara Juanda

Surabaya – Pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT 178 rute Surabaya-Lombok mengalami kebocoran ketika tengah mengisi bahan bakar di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo pada Sabtu (1/4) kemarin.
Peristiwa kebocoran bahan bakar pesawat Lion Air ini disinggung oleh salah seorang netizen bernama Muhsin Budiono melalui akun Twitter @muhsin_budiono. “Kondisi fuel bocor begini penumpang masih dimasukkan dalam pesawat. Safety-nya @lionairgroup gimana? JT0178 @sub_ap1,” demikian ujarnya di Twitter.
Ketika berusaha dikonfirmasi, rupanya Public Relation Manager Lion Air Group, Andy M Saladin memang membenarkan adanya peristiwa kebocoran bahan bakar tersebut. “Pada saat proses boarding berjalan sekitar 50 persen engineer in charge mengetahui terdapatnya fuel yang keluar sehingga langsung menghentikan proses refueling,” jelasnya di Brisbane, Australia, Minggu (2/4).
Demi keselamatan para penumpang dalam pesawat, maka pilot yang sedang bertugas pun langsung menghentikan proses boarding dan penumpang yang telah menaiki pesawat diminta untuk kembali menunggu ke boarding gate.
Usai petugas melalukan pembersihan penyemprotan dengan water services dan perbaikan, pesawat Lion Air JT 178 tersebut dinyatakan normal dan kembali melakukan pengisian bahan bakar dan proses boarding pun berjalan normal.
Sebelumnya juga sempat tersiar kabar bahwa terdapat penumpang yang mengaku ditinggal pesawat lion air di Bandara Soekarno-Hatta. “Itu kejadian di Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 1. Schedule buat take off itu pukul 13.10 WIB terbang ke Batam, dan boarding gate sudah ditutup pukul 13.05 WIB,” jelas Andy Saladin.
Andy menjelaskan bahwa pihak Lion Air telah patuh pada prosedur dengan mengumumkan jadwal terbang pada para penumpang lewat pengeras suara. Pihak maskapai pun mencatat ada sekitar 8 penumpang yang ketinggalan pesawat.
“Kalau terbang tanpa memberitahu penumpang, yang enggak terangkut 200 penumpang. Mestinya tiketnya jadi hangus,” jelasnya. Walau demikian, Lion Air tetap mengizinkan kedelapan penumpang ini terbang kembali dengan rute sama pada keesokan harinya tanpa dikenai biaya tambahan.