Senin, 17 April 2017

Keterisian Penumpang dari Bandara Juanda ke Banyuwangi Capai 80 Persen

SURABAYA - Pariwisata Banyuwangi yang semakin menggeliat membuat banyak wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, berbondong-bondong berkunjung ke daerah paling ujung timur Pulau Jawa tersebut. Hal ini terlihat dari keterisian penumpang yang mencapai 80 persen untuk penerbangan dari Bandara Internasional Juanda menuju Bandara Blimbingsari di Banyuwangi.
“Selama ini, jumlah penumpang penerbangan Garuda Indonesia dari Surabaya (Bandara Juanda) menuju Banyuwangi mengalami perkembangan yang cukup signifikan,” jelas Vice President PT Garuda Indonesia Region 3 (Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara), Flora Izza. “Dalam dua kali sehari penerbangan untuk rute tersebut, Garuda mencatat tingkat keterisian penumpang rata-rata sebesar 80 persen.”
Jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari sendiri saat ini memang terus melonjak. Jika pada tahun 2011, jumlah penumpang baru tercatat 7.826 orang per tahun, maka angka ini meroket hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang di tahun 2016. “Selain wisatawan, pasar juga tumbuh dari geliat usaha dan dunia pendidikan dengan kehadiran sejumlah kampus, seperti Universitas Airlangga di Banyuwangi yang mahasiswanya telah datang dari 18 provinsi di seluruh Indonesia,” sambung Flora.
Sementara itu, untuk memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung ke Banyuwangi, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengutarakan bahwa ada kemungkinan dibukanya rute dari Jakarta menuju Banyuwangi atau sebaliknya. Dengan adanya rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya ini, tentu pariwisata, dunia usaha, dan mobilitas orang akan semakin cepat untuk menggerakkan ekonomi lokal.
“Siapa pun kami persilakan masuk, yang penting bagi kami adalah ini bisa mengerek ekonomi lokal,” ujar Anas. “Selama ini, rute ke Banyuwangi baru datang dari Surabaya sebanyak tiga kali dalam sehari yang dilayani Garuda Indonesia dan Wings Air.”