Jumat, 21 April 2017

Kemenhub Bakal Tambah Jam Operasional Bandara Juanda Selama Mudik Lebaran

Jakarta – Kementerian Perhubungan akan menambah jam operasional sejumlah bandara di Indonesia ketika memasuki masa mudik Lebaran tahun 2017. Penambahan jam operasional bandara ini dilakukan untuk mengakomodir lonjakan penumpang yang terjadi saat mudik Lebaran.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa ketika arus mudik kelak Bandara Internasional Soekarno-Hatta diprediksi akan mengalami kenaikan arus penerbangan hingga 30% dari hari biasa. Sementara itu, angkutan kereta api juga akan melonjak hingga 9-10% dari hari biasa.
“Bandara Soetta, serta sejumlah bandara lainnya akan dilakukan penambahan jam operasional. Penambahan itu untuk mengurangi beban dan tekanan meningkatnya arus penumpang dan arus penerbangan,” jelas Budi, Kamis (19/4).
Selain Bandara Soetta, bandara-bandara lainnya seperti Bandara Adisutjipto, Bandara Adisoemarmo, Bandara Ahmad Yani, dan Bandara Juanda juga akan ditambah jam operasionalnya. Dengan adanya penambahan jam operasional, bandara-bandara yang sebelumnya tutup pukul 22.00 WIB operasionalnya baru akan berakhir pukul 24.00 WIB.
“Untuk Bandara Adisutjipto, saya sudah minta kepada GM Angkasa Pura I Adisutjipto untuk segera menindaklanjuti kesepakatan dengan KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara), agar operating hour ditambah dua jam,” kata Budi.
Bandara di Yogyakarta diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang hingga 9%. Selain itu, untuk mengurai kepadatan, Kemenhub juga akan mengoperasikan kapal roro (roll on roll out) yang dilengkapi pintu rampa agar dapat mengangkut penumpang dan barang, termasuk truk dan berbagai kendaraan besar yang lain.
“Kita tahu Jawa Tengah terutama Yogyakarta, Solo dan Semarang merupakan daerah tujuan utama untuk mudik. Saya coba mengkaji Yogyakarta sebagai titik mudik saudara kita dari Jakarta, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Kalau ada pergerakan-pergerakan dari Sumatera, Kalimantan yang selama ini harus ke Jakarta dahulu, bisa langsung diarahkan ke sini (Yogyakarta) jadi Jakarta tidak penuh,” imbuhnya.
“Perhitungannya kita bisa menampung 6.000 sampai dengan 9.000 orang. Ini membantu manajemen mudik kita. Jadi kalo Jakarta penuh, mungkin yang dari Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Palembang bisa langsung, tidak usah lewat Jakarta,” tandasnya.