Senin, 10 April 2017

Bandara Jadi Prioritas Utama Proyek Infrastruktur di Jawa Timur

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini berkomitmen untuk fokus pada pembangunan bandara baru serta pengembangan bandara yang sudah ada di wilayahnya. Hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud penguatan infrastruktur dan pembangunan ekonomi di kawasan provinsi paling ujung Pulau Jawa tersebut.
Untuk pengembangan bandara, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bakal melakukan upaya perbaikan pada bandara yang sudah ada, seperti Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang, Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Bandara Trunojoyo di Sumenep, Bandara Harun-Thohir di Bawean, dan Bandara Notohadinegoro di Jember. Sementara, bandara yang rencananya dibangun adalah di Kediri, di Pulau Masalembo, dan di Pulau Kangean.
Di Bandara Juanda misalnya, pemerintah setempat bakal mengembangkan bandara ini dalam tiga tahap, termasuk membangun Terminal 3 yang diharapkan mampu menampung sekitar 70 juta penumpang setiap tahun dan sarana penunjang yang lainnya. Sayangnya, hingga saat ini, proyek pembangunan Terminal 3 Bandara Juanda masih belum bisa direalisasikan karena beberapa alasan.
Sementara itu, Bandara Harun-Thohir di Bawean diusulkan perpanjangan landasan pacu dari 900 x 23 meter menjadi 1.400 x 30 meter sehingga bisa digunakan mendarat pesawat jenis ATR-72. Perpanjangan landasan pacu juga diusulkan di Bandara Trunojoyo Sumenep menjadi 1.600 x 30 meter dan Bandara Blimbingsari dari 2.250 x 30 meter menjadi 2.500 x 45 meter agar mampu digunakan pesawat jenis Boeing.
“Bandara yang sudah ada bakal dikembangkan, sedangkan bandara yang belum dibangun, dalam waktu dekat ini segera terealisasi,” ujar Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. “Pemerintah sendiri sangat fokus memperkuat infrastruktur agar perekonomian dan pembangunan di Jawa Timur menjadi lebih baik.”