Sabtu, 01 April 2017

AP I Bakal Tingkatkan Pendapatan di Sektor Non Aeronautika

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I berupaya untuk meningkatkan pengembangan bisnis di sektor non aeronautika. Selama tahun 2016 lalu pendapatan AP I di luar pengelolaan bandara mencapai Rp 2,52 triliun atau naik 20,5% dari tahun sebelumnya. Sementara itu tahun 2017 ini AP I memiliki target pencapaian pendapatan di luar pengelolaan bandara sebesar Rp 3,27 triliun, atau meningkat 29,7% dari tahun lalu.

“Dalam rencana jangka panjang, kita targetkan bisnis non aeronautika ini bisa mencapai 60% pada tahun 2020,” ujar Sekretaris Perusahaan AP I, Israwadi, Selasa (28/3). Bahkan AP I juga mengharapkan target ini bisa tercapai tahun 2019 lewat pengoperasian sejumlah bandara yang sedang dibangun seperti di Semarang, Banjarmasin, dan Yogyakarta.
Pengelolaan jasa penunjang penerbangan ini akan digenjot lewat anak usaha AP I seperti Angkasa Pura Ritel, Angkasa Pura Hotel, Angkasa Pura Properti, Angkasa Pura Support, dan Angkasa Pura Logistik. Pendapatan non aeronautika juga diperoleh melalui persentase omzet tenant-tenant yang berada di bandara seperti duty free.
“Ini akan terus bertumbuh jika bisnis aeronautikanya juga bertumbuh. Kalau jumlah penumpang naik maka pendapatan dari konsesi ini akan terus naik makanya kita lakukan pengembangan-pengembangan di beberapa bandara saat ini,” papar Israwadi.
Lewat Angkasa Pura Hotel, AP I mempunyai 3 hotel, yaitu Novotel dengan 214 kamar di Bandara Denpasar, Ibis Budget 114 kamar di Bandara Makassar, dan Ibis Budget 144 kamar di Bandara Juanda Surabaya. Selain itu AP Hotel juga mengelola lounge komersial di Bandara Yogyakarta, Banjarmasin, dan Surabaya dengan brand Concordia Lounge.
Tahun ini AP Hotel berencana mengembangkan lounge komersial di Bandara Ngurah Rai Bali dan sejumlah bandara lainnya. Kemudian di sektor logistik, AP I juga telah mengelola gudang cargo di Surabaya dan Makassar. Tahun ini AP I juga akan mengelola kawasan pergudangan 1,4 hektare di Bali.