Selasa, 11 April 2017

Angkut Jamaah Haji dari Bandara Juanda, Saudi Airlines Percepat Persiapan

SURABAYA - Pada akhir pekan lalu, Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah melakukan Penandatanganan Perjanjian Angkutan Udara Jamaah Haji Indonesia tahun 1438 H atau 2017 M dengan Garuda Indonesia dan juga Saudi Arabian Airlines. Kedua maskapai penerbangan tersebut pun diminta untuk segera melakukan percepatan persiapan pengangkutan jamaah haji Indonesia.

Seperti diketahui, maskapai Garuda Indonesia kebagian menerbangkan jamaah haji Indonesia dari 9 embarkasi, yaitu Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. Sementara, maskapai Saudi Arabian Airlines bakal menerbangkan jamaah haji dari embarkasi Batam, Palembang, Jakarta, dan juga Surabaya.
“Kami meminta kedua maskapai penerbangan untuk segera melakukan percepatan persiapan pengangkutan jamaah haji Indonesia,” kata Dirjen PHU, Abdul Djamil. “Percepatan perlu dilakukan karena Ditjen PHU juga telah melakukan sejumlah akselerasi. Selain itu, meningkatnya kuota Indonesia juga berimplikasi pada kebutuhan pengorganisasian yang rapi dan persiapan lebih dini.”
Percepatan persiapan yang dilakukan maskapai penerbangan, Djamil menambahkan, di antaranya terkait kepastian jadwal penerbangan dan jenis pesawat yang bakal dipergunakan untuk mengangkut rombongan jamaah haji. “Saya bersyukur karena pesawat yang digunakan adalah pesawat yang relatif baru sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” sambung Djamil.
Untuk penerbangan dari Bandara Internasional Juanda dan embarkasi lainnya, maskapai Saudi Arabian Airlines direncanakan bakal mengangkut kurang lebih 98.576 jamaah reguler dan petugas kelompok terbang (kloter). Sementara, maskapai Garuda Indonesia akan membawa sekitar 107.974 jamaah dan petugas kloter. Mulai tahun ini, kuota haji Indonesia sendiri kembali normal, yaitu 194 ribu jamaah haji reguler dan 17 ribu jamaah haji khusus.