Senin, 20 Maret 2017

Penerbangan Surabaya-Lampung, Sriwijaya Air Tawarkan Tiket Promo Rp500 Ribuan



SURABAYA - Pada tanggal 22 Maret 2017 mendatang, maskapai Sriwijaya Air menurut rencana bakal membuka rute penerbangan baru dari Surabaya menuju Lampung PP (pulang-pergi). Untuk tahap awal, maskapai ini akan memberikan harga tiket pesawat promo sebesar Rp590 ribu. 
Rute Surabaya-Lampung PP ini nantinya bakal dilayani oleh pesawat Boeing 737-300 berkapasitas 148 kursi. Dari Bandara Internasional Juanda, pesawat Sriwijaya Air akan berangkat pada pukul 11.50 WIB dan tiba di Lampung pada pukul 13.20 WIB. Sementara, untuk rute sebaliknya, pesawat akan berangkat dari Lampung pada pukul 09.30 WIB dan tiba di Bandara Juanda pada pukul 11.00 WIB.
“Selain Surabaya-Lampung PP, secara  bersamaan kami juga melakukan terbang perdana untuk rute Yogyakarta-Lampung PP,” jelas Senior Corporate Communications Manager PT Sriwijaya Air Group, Agus Seodjono. “Pembukaan dua rute baru ini merupakan langkah strategis bisnis Sriwijaya Air Group untuk meningkatkan potensi dan memperluas pasar penerbangan domestik.”
Ditambahkan Agus, dengan pembukaan dua rute baru ini, pihak perusahaan berharap layanan tersebut dapat memenuhi pelanggan yang hendak melakukan perjalanan langsung dari Lampung menuju Surabaya dan Yogyakarta atau sebaliknya, tanpa harus melakukan transit di Jakarta. “Apalagi, berdasarkan catatan yang ada, konsumen pengguna jasa penerbangan dari Lampung yang menuju ke Surabaya, yang selama ini harus transit dan ganti pesawat di Jakarta, cukup besar,” sambung Agus.
Sementara itu, Manager Sriwijaya Air, Hendrik Ardiansyah, menambahkan bahwa terkait rute ini, Lampung dan Jawa Timur punya historis atau sejarah yang menyebutkan banyaknya masyarakat di Jawa Timur yang menjadi transmigran di Lampung. “Jadi, segmen awalnya kami melihat potensi family relations atau kunjungan antar-keluarga. Tetapi, tidak menutup kemungkinan segmen penumpangnya adalah bisnis dan pleasure, mengingat potensi kedua daerah yang cukup bagus di dua sektor ini,” jelas Hendrik.