Kamis, 30 Maret 2017

Mendarat di Bandara Juanda, Jemaah Umrah Asal Gresik Ditemukan Tak Sadarkan Diri

Sidoarjo – Pada Selasa (28/3) lalu seorang jemaah umrah asal Gresik meninggal dunia ketika mendarat di Bandara Internasional Juanda. Jemaah usia 81 tahun bernama Simbar Al Sarjana Sarno meninggal ketika tiba di Surabaya usai menumpang pesawat Garuda GIA 985 dari Bandara King Abdul Aziz.

Saat petugas mengetahui ada jemaah yang tak sadarkan diri, sang jemaah langsung dilarikan ke klinik Graha Angkasa Pura I, Juanda. Sayangnya jemaah umrah asal Gresik ini tetap tidak tertolong. Berdasarkan data yang ada, Simbar mendarat di Bandara Juanda pukul 11.13 WIB.
“Benar, dan saat ini masih dalam proses evakuasi oleh dinas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadaman Kebakaran (PKPPK),” ujar Anom Fitranggono, Humas PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda, Surabaya.
Sementara itu pada Kamis (30/3) pemerintah DPR sepakat untuk menaikkan biaya haji 2017 dari Rp 34,6 juta menjadi Rp 34,9 juta (USD 2.620) per orang. Menurut Ketua Komisi VIII DPR, Ali Taher Parasong, kenaikan biaya haji tersebut dilakukan untuk meningkatkan layanan pada para jemaah, seperti makanan dan tenda.
“Karena mereka akan tinggal di Arab Saudi selama 41 hari, dari sebelumnya yang hanya 40 hari, maka harus ada kenaikan alokasi untuk makanan,” ujar Ali di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan.
Tahun ini kuota haji kembali ke angka normal sebanyak 211.000 per tahun setelah sebelumnya dikurangi 20% pada tahun 2013 karena adanya renovasi Masjidil Haram di Mekkah. Pemerintah dan DPR berencana untuk memfasilitasi jemaah haji tahun ini dengan 5.330 tenda baru yang dilengkapi AC dan kipas angin.
“Berdasarkan kunjungan sejumlah anggota DPR selama musim haji 2016, DPR mengusulkan kepada pemerintah bahwa tenda-tenda di Arafah perlu ditingkatkan,” ujar Ali.