Sabtu, 18 Maret 2017

Juanda Overload, Pemprov Jatim Prioritaskan Pembangunan Bandara Baru Milik Gudang Garam

Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menghadapi banyak kendala dalam rencana pembangunan bandara di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Oleh sebab itu Pemprov Jatim akan memprioritaskan bandara milik PT Gudang Garam di Kediri.

“Perkara nanti ke depan untuk daerah Trenggalek, Pacitan, Tulungagung dan sekitarnya, akan dibicarakan lebih lanjut. Karena tanah (untuk bandara) yang di Tulungagung miliknya Perhutani. Kan itu harus ada tanah pengganti. Ini menjadi permasalahan,” ujar Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Kamis (16/3).
Bandara di Tulungagung sendiri rencananya hendak dibangun untuk meningkatkan transportasi jalur udara bagi masyarakat di daerah selatan Jawa Timur seperti Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, dan sekitarnya. Pemprov pun mengusulkan pada pemerintah pusat agar lebih memprioritaskan pembangunan bandara milik PT Gudang Garam. Akan tetapi prioritas tersebut tanpa mengesampingkan rencana pembangunan bandara di Tulungagung.
“Bukan nggak jadi. Lebih diprioritaskan di Kediri karena tanahnya dan uangnya lebih siap. Kalau di Tulungagung masih (membutuhkan) APBN,” jelas Pakde Karwo.
Pakde Karwo juga menjelaskan progres rencana pengembangan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. “(Pengembangan bandara Juanda) itu sudah kita usulkan pada waktu Pak Jonan (saat menjabat Menteri Perhubungan), posisinya sudah DED. Sekarang belum ada progress, saya laporkan pada saat rapat kabinet,” tuturnya.
Menurut Pakde Karwo, kapasitas Bandara Juanda saat ini sudah overload. Dari kapasitas sebanyak 6 juta orang, kini Bandara Juanda sudah mencapai lebih dari 19 juta orang. Di samping itu lalu lintas penerbangan di Bandara Juanda juga sudah mulai padat. “Artinya, menunggu 1 menit 23 detik untuk take off dan landing. Mestinya pada posisi 2 menit,” ungkapnya.
Dengan dibangunnya bandara baru yang ada di wilayah Jatim selain Bandara Juanda diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, bukan hanya di Jawa Timur, tetapi juga masyarakat di wilayah lain, khususnya Indonesia bagian timur.