Minggu, 26 Maret 2017

Hari Raya Nyepi, Penerbangan dari Bandara Juanda ke Bali Bakal Tertunda

Hari Raya Nyepi, Penerbangan dari Bandara Juanda ke Bali Bakal Tertunda
Denpasar – Bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, Bandara Internasional Ngurah Rai Bali akan ditutup selama 24 jam mulai Selasa (28/3) pukul 06.00 WITA dan baru dibuka kembali pada Rabu (29/3) pukul 06.01 WITA. Sekitar 324 penerbangan yang terdiri dari 193 penerbangan domestik dan 131 penerbangan internasional akan terkena dampak ditutupnya Bandara Ngurah Rai.
Mayoritas rute yang mengalami penundaan ada dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Juanda (Surabaya), dan Bandara Changi (Singapura). “Dengan diterbitkannya notam (notice to airmen) tanggal 17 Desember 2016 lalu, maka para airline dapat mengatur atau menjadwal ulang penerbangan dari dan ke Bali jauh-jauh hari,” kata Humas Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Kamis (23/3).
Lebih lanjut Arie menjelaskan bahwa dari 324 penerbangan tersebut, penumpang yang terdampak oleh penutupan Bandara Ngurah Rai berjumlah 25.482 orang untuk penerbangan domestik dan 29.100 untuk penerbangan internasional. Bandara Ngurah Rai melayani penerbangan terakhir dari maskapai Garuda Indonesia untuk rute internasional menuju Incheon pada Selasa (28/3) pukul 01.45 WIB.
Pesawat terakhir yang akan mendarat di Ngurah Rai adalah Air Asia dengan kedatangan dari Kuala Lumpur pada pukul 01.10 WITA. Sementara itu penerbangan domestik terakhir adalah Garuda Indonesia tujuan Timika pukul 01.50 WITA, dan kedatangan domestik terakhir adalah Air Asia dari Bandara Soetta pukul 01.20.
Walau demikian, Bandara Ngurah Rai tetap melayani kondisi darurat apabila ada pesawat di wilayah udara Bali yang mengalami gangguan atau penumpang yang membutuhkan pertolongan medis. Pihak pengelola pun menyiagakan 316 personel yang terdiri dari petugas bagian penanganan darat, kawasan udara, fasilitas teknis, peralatan, avsec, pemadam kebakaran, dan petugas pintu parkir.
“Untuk mengantisipasi adanya permintaan pendaratan darurat, selama penutupan akan tetap ada petugas yang siaga baik dari Angkasa Pura I, AirNav, Imigrasi, Bea Cukai, Kesehatan Pelabuhan, maskapai dan petugas penanganan darat,” tandas Arie.