Selasa, 28 Februari 2017

Tidak Ada Dana, Proyek Airport City Bandara Juanda Mangkrak

Tidak Ada Dana, Proyek Airport City Bandara Juanda Mangkrak
SURABAYA - Pengembangan airport city di Bandara Internasional Juanda (termasuk Terminal 3) yang menurut rencana bakal dioperasikan pada tahun 2019 mendatang tampaknya harus molor dari jadwal semula. Pasalnya, kucuran dana dari pemerintah pusat masih minim sehingga membuat proyek ini mangkrak.
Menurut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, sebenarnya Kementerian Perhubungan sudah menyetujui konsep yang diajukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan, detail engineering design (DED) proyek tersebut sudah diselesaikan tahun lalu dan tinggal memulai pembangunan fisik. “Sudah disetujui, DED-nya sudah selesai tahun 2016 dan seharusnya pembangunan fisik sudah dimulai tahun ini,” katanya.
“Namun, karena tidak anggaran, proyek tersebut untuk sementara harus mandek,” sambung Soekarwo. “Anggarannya sendiri diperkirakan mencapai Rp13 triliun, dan sebenarnya tidak sulit didapat karena sudah banyak investor yang antre.”
Sebelumnya, PT Angkasa Pura I selaku operator Bandara Juanda telah mengatakan bahwa pihaknya kini memang lebih memprioritaskan pembangunan bandara baru di Yogyakarta. Karena itu, wajar jika kemudian proyek airport city di Bandara Juanda untuk sementara waktu terbengkalai. “Terminal 3 Bandara Juanda belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat ini karena kami masih prioritas pembangunan bandara baru di Yogyakarta, Semarang, dan Banjarmasin,” jelas Direktur PT Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro.
Sekadar informasi, airport city dirancang untuk mengintegrasikan Bandara Juanda dengan fasilitas pendukung lainnya seperti pusat perbelanjaan. Rencananya, kawasan terintegrasi itu akan dibangun di lahan seluas 4 ribu hektare yang sebagian besar akan memanfaatkan lahan reklamasi di pantai timur Sidoarjo.
Selain dilengkapi mall dan kawasan bisnis, di Bandara Juanda juga akan dibangun landasan pacu kedua sepanjang 3.600 meter yang memanfaatkan lahan reklamasi dan terminal keberangkatan penumpang. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan antrean penumpang yang menumpuk di bandara. Karena proyek Terminal 3 mangkrak, maka Bandara Juanda diminta untuk memaksimalkan fasilitas yang ada.