Rabu, 22 Februari 2017

Pemprov Jatim Bakal Kembangkan Transportasi Udara Antar Kota dalam Provinsi

Surabaya – Kementerian Perhubungan menjalin kerjasama dengan Pemprov Jatim melalui ATKP Surabaya dan Dinas Perhubungan Jatim dengan mengadakan Diklat Basic Avsec Angkatan XIX dan Diklat Logistik Angkatan I.

Diklat Basic Avsec dilakukan untuk mempersiapkan personel keamanan penerbangan kompeten dalam menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan. Sementara itu Diklat Logistik dilaksanakan demi menyiapkan personel yang menangani sistem logistik dan cargo bandara.
Diklat ini sendiri ditujukan untuk membekali keterampilan bagi masyarakat yang kurang mampu dengan dibiayai 100% dari APBN tahun anggaran 2017. “Ini program bagus sekali dari Kementerian Perhubungan yang disalurkan melalui ATKP Surabaya. Pada diklat ini masyarakat yang tidak mampu direkrut dan dididik untuk ikut pelatihan baik untuk polisi bandara maupun logistik. Tujuannya untuk memberikan pendidikan kilat, untuk beberapa bidang yang memang seperti polisi bandara harus memerlukan pelatihan khusus diharapkan punya lisensi berstandar internasional,” papar Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Gus Ipul sekaligus menyampaikan bahwa Pemprov Jatim hendak mengembangkan pelayanan transportasi udara antar kota (city link). “Konsep ini merupakan program orisinil yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” papar Gus Ipul.
Lebih lanjut Gus Ipul menjelaskan bahwa Pemprov memiliki 2 pertimbangan untuk mengembangkan city link. Yang pertama karena Jatim adalah sebuah provinsi besar, sehingga layanan transportasi udara antar kota sangat dibutuhkan untuk masa depan.
“Kedua, mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru untuk mengurangi disparitas wilayah, sehingga dapat membuka potensi wilayah tersebut meningkatkan iklim investasi yang lebih kompetitif, baik investor dalam negeri maupun luar negeri,” kata Gus Ipul.
Saat ini terdapat 6 bandara yang beroperasi di wilayah Jawa Timur, antara lain Bandara Internasional Juanda, Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Bandara Notohadinegoro Jember, Bandara Trunojoyo Sumenep, dan Bandara Harun Thohir Pulau Bawean Gresik.
“Nanti ada beberapa bandara lagi yang sekarang masih tahap perencanaan seperti di Kangean-Sumenep, Masalembu-Sumenep, dan Tulungagung,” tandasnya.