Jumat, 17 Februari 2017

Jumlah Wisman ke Indonesia Selama 2016 Lewat Juanda & Bandara Lain Tembus 11,52 Juta Orang

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama periode 2016 mencapai 11.519.275 orang. Laporan ini dirilis melalui situs BPS pada Kamis (16/2) kemarin.

“Jumlah 11,52 juta ini dengan menghitung dengan catatan data roaming mulai Oktober - Desember. BPS tidak melakukan ekstrapolasi (Januari - September). Seandainya ikut dihitung, akan menyumbangkan empat persen,” ungkap Kepala BPS, Kecuk Suharyanto di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (16/2).
Jumlah kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia lewat 19 pintu utama adalah 10.570.287 orang, sedangkan yang masuk di luar 19 pintu utama adalah sebanyak 948.988 orang. Sepanjang tahun 2016, wisatawan asing paling banyak masuk ke Indonesia lewat Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan berikutnya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kenaikan kunjungan turis tertinggi ada pada Bandara Sam Ratulangi Sulawesi Utara sebesar 235,38%, Bandara Sultan Syarif Kasim II Riau 73,8%, dan Bandara Hasanuddin Sulawesi Selatan 53,68%. Kenaikan paling rendah dialami oleh Bandara Soetta Tangerang yang hanya sekitar 3,93% saja.
Yang menjadi 19 pintu masuk utama bagi para wisatawan mancanegara adalah Bandara Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, Kualanamu, Batam, Sam Ratulangi, Juanda, Entikong, Adi Soemarmo, Minangkabau, Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Pinang, Bandara Internasional Lombok, Hasanuddin, Sepinggan, Sultan Syarif Kasim II, Adisutjipto, Husein Sastranegara, Pelabuhan Tanjung Uban, dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.
Selama bulan Desember 2016 lalu turis asing yang paling banyak berkunjung ke Indonesia berasal dari negara Singapura dengan persentase sekitar 16,95%, kemudian wisman asal Malaysia 13,97%, China 11,07%, Australia 9,96%, dan India 4,84%.
Sedangkan untuk periode 2016, wisman terbanyak adalah asal China dengan jumlah 1,43 juta kunjungan, Singapura 1,42 juta orang, Australia 1,18 juta orang, Malaysia 1,18 juta orang, dan Jepang 468,11 orang.
Data ini didapat dengan cara pencatatan secara berkala kunjungan wisman ke Indonesia berdasar data imigrasi di pintu masuk bandara yang dirangkum oleh Direktorat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.